26.8 C
Bogor
Saturday, September 5, 2026

Buy now

spot_img

Maulid Nabi di RSUD R.Moh Noh Nur Harapkan Syafaat dan Teladani Akhlak Rasulullah

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 15 Rabiul Awal 1448 Hijriah, keluarga besar RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang penuh khidmat. Acara pembinaan rohani ini dipusatkan di Masjid Hj. Fatimah RSUD R. Moh. Noh Nur pada Jumat, 28 Agustus 2026, dan diikuti dengan antusias oleh jajaran manajemen serta pegawai rumah sakit yang tidak sedang dalam jadwal pelayanan pasien.

Mengusung tema utama “Dengan Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Berharap Akan Syafaat-Nya Fiddunya Wal Akhirat,” kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, serta meningkatkan dedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis kepada masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi diri bagi kita semua sebagai pelayan masyarakat untuk meneladani kejujuran, amanah, dan kasih sayang yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam setiap lini kehidupan dan pekerjaan,” ungkap perwakilan manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur.

Tausiyah Penuh Makna oleh K.H. Bubung Burhanuddin

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan penceramah kondang, K.H. Bubung Burhanuddin. Dalam tausiyahnya yang sarat akan nilai moral dan spiritual, beliau memaparkan tiga poin penting yang menjadi pilar kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat bagi seorang hamba:

1. Berbakti kepada Orang Tua (Terutama Ibu): K.H. Bubung Burhanuddin mengingatkan kembali keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, khususnya seorang Ibu. Beliau menekankan bahwa Rasulullah SAW menyebutkan kata “Ibu” sebanyak tiga kali sebelum menyebut “Ayah” sebagai bentuk penegasan atas kemuliaan, pengorbanan, dan besarnya hak seorang ibu untuk dihormati serta ditaati oleh anak-anaknya.

2. Hormat dan Tawadhu kepada Guru: Poin kedua yang ditekankan adalah pentingnya menjaga adab dan rasa hormat kepada guru. Guru merupakan pelita yang menerangi kegelapan kebodohan dan membimbing umat menuju jalan kebaikan serta keberkahan ilmu.

3. Kemuliaan Menuntut dan Mengamalkan Ilmu: Poin ketiga menggarisbawahi urgensi ilmu pengetahuan yang dilandasi nilai keimanan. Ilmu yang bermanfaat dan diamalkan dengan tulus akan mengangkat derajat seseorang serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Semangat Spiritual untuk Pelayanan Prima

Penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan mampu memberikan energi positif serta ketenangan batin bagi seluruh pegawai RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang. Dengan nilai-nilai keteladanan yang disampaikan, seluruh aparatur rumah sakit diharapkan semakin termotivasi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya profesional secara medis, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah.

(yev/cc)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles