34.6 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img

Pencegahan Bronkopneumonia pada Anak Gencar Diedukasikan RSUD R.Moh.Noh Nur dan Dokter Muda UPN Veteran Jakarta

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Sebagai upaya menekan angka kejadian infeksi saluran pernapasan pada anak, Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD R. Moh. Noh Nur berkolaborasi dengan Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta menggelar penyuluhan kesehatan. Kegiatan edukasi yang mengangkat tema pentingnya “Pencegahan Bronkopneumonia” ini dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Teratai, Rabu (12/8/2026).

Penyuluhan ini ditujukan langsung kepada para orang tua dan keluarga pasien yang mendampingi buah hati mereka di ruang rawat inap. Melalui pendekatan komunikasi yang interaktif, para dokter muda bersama tim medis rumah sakit memaparkan secara komprehensif mengenai bahaya bronkopneumonia serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

“Pencegahan bronkopneumonia pada anak dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, seperti memberikan ASI eksklusif dan gizi seimbang, melengkapi imunisasi dasar, membiasakan anak rajin mencuci tangan, menghindari paparan asap rokok, serta senantiasa menjaga kebersihan dan sirkulasi udara di lingkungan rumah,” ujar perwakilan tenaga medis dalam kegiatan penyuluhan di Ruang Rawat Inap Teratai.

Kenali Gejala Dini dan Pentingnya Tindakan Cepat

Selain langkah pencegahan, tim penyuluh juga menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal infeksi paru pada anak. Orang tua diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan medis apabila anak menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan.

Deteksi Dini Gejala Bronkopneumonia: Segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami batuk persisten, demam tinggi, atau kesulitan bernapas (napas cepat dan sesak).

Kolaborasi antara rumah sakit dan institusi pendidikan kedokteran ini mendapatkan sambutan hangat dari para keluarga pasien. Kehadiran para dokter muda dinilai mampu mencairkan suasana dan memberikan edukasi kesehatan dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Komitmen Edukasi Berkelanjutan

Manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menegaskan bahwa kegiatan edukasi promotif dan preventif seperti ini akan terus digalakkan secara rutin. Sinergi bersama akademisi dan tenaga medis lintas profesi diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam melindungi kesehatan anak-anak di Kabupaten Bogor dari ancaman penyakit infeksi.

(yev/cc)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles