Cijeruk | Jurnal Bogor
Bertempat di area Pondok Pesantren Siti Dhumillah Cijeruk, Kabupaten Bogor puluhan pesilat Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bogor Barat dan Selatan menggelar pelatihan bersama, Minggu (30/8/2026).
Dewan Ranting PSHT Kecamatan Caringin Bogor Selatan Gusnarto mengatakan, latihan pencak silat bersama merupakan agenda rutin yang melibatkan pesilat di lingkungan Pondok Pesantren Siti Dhumillah.

Tak hanya itu, agenda latihan rutin bersama siswa maupun warga pesilat yang datang dari berbagai wilayah sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan dalam organisasi PSHT tersebut.
”Pesilat tak hanya diajarkan secara materi saja, akan tetapi bagian penting dites fisik dan mental,” ujarnya.
”Untuk menumbuhkan percaya diri juga,” tambah salah satu Pengurus Ranting PSHT Kecamatan Caringin Nani Nurhayati ditemui usai latihan bersama.
Selain pengurus di PSHT Nani yang juga sebagai guru di sekolah yang aktif memberikan materi ekstrakurikuler pencak silat di setiap sekolah di Kecamatan Caringin. Pencak silat salah satu pelajaran esktrakurikuler untuk membangun fisik dan mental anak sejak dini.
Perkembangan minat akan pencak silat dimasyarakat kini terus mengalami peningkatan. “Selain siswa prestasi, ditambah kepengurusan organisasi PSHT pencak silat yang begitu luas, hingga perkembangan PSHT terus mengalami peningkatan,” tambah Perwakilan PSHT Cabang Sukabumi Teguh Prayoga.
Sementara pelatih PSHT yang berasal Ranting Kecamatan Nanggung Rena Zaqiah mengatakan, latihan keluar wilayah Nanggung sengaja dilakukan, agar mereka dapat beradaptasi dan berbagi pengalaman dengan para pesilat lainnya.
”Untuk mengasah kemampuan dan mentalitas peserta silat, sebab ruang lingkup saat latihan diluar dan didalam itu jelas berbeda. Mentalitas terbangun, karena peserta pun bisa latihan lebih serius lagi,” tandasnya.
Sementara keberadaan olahraga seni beladiri pencak silat ini mendapat dukungan dari Forkopimcam Nanggun, Koramil 2117, Mapolsek hingga PT Antam.
Bahkan Ketua Koordinator Olahraga Kecamatan Nanggung (KOK) Kasim mendukung latihan di luar wilayah karena bisa menambah pengalaman dan memperkuat mentalitas.
”Mereka dapat merasakan kolaborasi latihan bersama sehingga pelatih bisa mengukur kekurangan para pesilat secara objektif,” pungkasnya.
(Arip Ekon)


