Cibinong • Jurnal Bogor- Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara menggelar Sosialisasi Tugas Akhir Mahasiswa Angkatan 36 dan 38 Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tingkat akhir mengenai panduan, ketentuan, serta alur pelaksanaan tugas akhir sebagai salah satu tahapan penting menuju kelulusan.

Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 29 Agustus 2026 di Ruang 1201 ITB Dewantara tersebut dihadiri 130 mahasiswa semester akhir membahas berbagai ketentuan terbaru terkait pelaksanaan tugas akhir, termasuk perubahan bentuk tugas akhir yang sebelumnya berupa skripsi menjadi Tugas Akhir Proyek.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Dr. Muhlis, S.Pt., MM, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ITB Dewantara. Ia menjelaskan bahwa perubahan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus menyesuaikan pelaksanaan tugas akhir dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia kerja.
Melalui konsep Tugas Akhir Proyek, mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya akademik dalam bentuk tulisan, tetapi juga mampu menghasilkan proyek yang aplikatif dan relevan dengan bidang keilmuan masing-masing. Dalam pelaksanaannya, Tugas Akhir Proyek juga dapat dikerjakan secara berkelompok, dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi setiap anggota.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa juga diberikan penjelasan mengenai alur pelaksanaan tugas akhir, mulai dari menentukan ide atau topik proyek, penyusunan proposal, proses bimbingan, pelaksanaan dan pengembangan proyek, hingga penyelesaian dan evaluasi akhir.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Zeze Zakaria Hamzah, SE., MM, selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik ITB Dewantara, menekankan pentingnya mahasiswa tingkat akhir untuk memiliki target penyelesaian studi yang jelas.
“Mahasiswa harus memiliki target yang jelas dan berkomitmen untuk menyelesaikan studinya tepat waktu. Jangan menunda pengerjaan tugas akhir dan manfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan bimbingan.
Sementara itu, Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., MM, memberikan motivasi kepada mahasiswa agar menjadikan Tugas Akhir Proyek sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kompetensi yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan.
“Tugas akhir jangan hanya dipandang sebagai kewajiban untuk mendapatkan gelar. Jadikan proyek akhir sebagai kesempatan untuk menghasilkan karya terbaik sekaligus menjadi portofolio yang dapat dibawa ketika memasuki dunia kerja.”
Ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun pola kerja yang terencana, aktif melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, serta memanfaatkan kerja kelompok untuk menghasilkan proyek yang lebih kreatif dan solutif.
Perubahan kebijakan dari skripsi menjadi Tugas Akhir Proyek mendapat respons positif dari mahasiswa. Mirna, mahasiswa Program Studi Manajemen, menyampaikan kegembiraannya terhadap kebijakan tersebut.
Menurutnya, konsep Tugas Akhir Proyek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari secara lebih nyata.
“Saya merasa senang dengan kebijakan baru ini karena lebih aplikatif. Kami bisa menerapkan ilmu yang sudah dipelajari selama kuliah ke dalam sebuah proyek yang nyata.”
Melalui kegiatan sosialisasi ini, ITB Dewantara berharap mahasiswa Angkatan 36 dan 38 RPL dapat memahami seluruh ketentuan pelaksanaan Tugas Akhir Proyek dan segera mempersiapkan diri untuk menyelesaikan tahapan akhir studinya
(Wawan Hermawanto)


