30.8 C
Bogor
Thursday, August 6, 2026

Buy now

spot_img

Kampoong Ecopreneur Buka Pendidikan Bisnis Gratis bagi Anak Muda

Bogor | Jurnal Bogor – Yayasan Kampoong Ecopreneur membuka program pendidikan bisnis gratis bagi anak muda dan calon santri yang ingin menjadi ecopreneur atau pengusaha berbasis lingkungan. Hingga Kamis (6/8/2026), lebih dari 100 orang telah mendaftar sebagai calon Santri Ecopreneur.

Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, mengatakan program tersebut lahir sebagai respons terhadap tiga persoalan besar yang saling berkaitan, yakni kerusakan lingkungan, lemahnya perekonomian desa, dan meningkatnya masalah kesehatan mental.

“Sudah ada lebih dari 100 orang yang mendaftar sebagai calon Santri Ecopreneur,” ujar Jamil.

Menurutnya, dalam 15 tahun terakhir Indonesia kehilangan sekitar 18 juta hektare hutan. Di sisi lain, banyak desa yang memiliki potensi sumber daya alam, namun belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Ia juga menyebut sekitar 31 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental.

Berangkat dari kondisi tersebut, Kampoong Ecopreneur membangun pusat pendidikan dan pemberdayaan di atas lahan wakaf seluas 1,7 hektare di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Tempat ini disiapkan untuk mencetak pengusaha yang mampu mengembangkan bisnis sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Salah satu program unggulannya adalah One Family One Ecopreneur, sebuah gerakan yang menargetkan lahirnya minimal satu pengusaha berbasis lingkungan di setiap keluarga. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan dalam mengembangkan usaha sesuai potensi desa.

Di Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, misalnya, Kampoong Ecopreneur menggandeng para petani untuk membudidayakan ubi. Petani didampingi mulai dari proses budidaya hingga pemasaran agar hasil panennya mampu menembus pasar ekspor.

“Kami mendampingi petani agar hasilnya bisa diekspor ke Singapura dan Malaysia. Pada Agustus ini kami mulai menggarap lahan seluas 1,5 hektare,” kata Jamil.

Program tersebut mendapat dukungan dari DT Peduli dan Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) IPB University. Penggagas CIBEST IPB, Irfan Syauqi Beik, berharap program pemberdayaan ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, baik secara ekonomi maupun spiritual.

“Harapannya para petani bisa menjadi kaya secara materi sekaligus spiritual,” ujarnya.

Dalam program Santri Ecopreneur, peserta akan mendapatkan pembinaan keagamaan, pelatihan bisnis, serta pendampingan dari sejumlah praktisi. Para mentor di antaranya Jamil Azzaini, Atok Aryanto (mantan praktisi Astra Group), Burhan Sholihin (mantan jurnalis Tempo dan salah satu pendiri Hara Chicken), serta para pelatih profesional Kampoong Ecopreneur.

Pendaftaran dibuka hingga 20 Agustus 2026. Pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilakukan pada 25 Agustus, dilanjutkan kelas daring selama September–Oktober, wawancara pada 25–30 Oktober, dan kelas tatap muka pada November 2026.

“Kami ingin Al-Quran jalan, bisnis jalan, spiritual meningkat, dan saldo rekening juga bertambah. Setelah mengikuti program ini, para peserta diharapkan menjadi ecopreneur SuksesMulia yang kaya spiritual dan kaya material,” tutup Jamil. Yudi

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles