Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan tema “Sayang Anak, Sayang Indonesia”, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang menyelenggarakan edukasi kesehatan bertajuk “Pencegahan Dehidrasi Saat Anak Diare” di Poli Rawat Jalan Anak pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi orang tua dalam menjaga kesehatan anak. Rangkaian acara meliputi registrasi peserta, sambutan Direktur, penyampaian materi, sesi diskusi interaktif, hingga pembagian suvenir kepada seluruh peserta.
Edukasi disampaikan oleh tim Dokter Spesialis Anak, yaitu dr. Desak Gede Arie Yudharti, Sp.A., dr. Nandia Permata Rahma A., Sp.A., dan dr. Ammar Fauzan Islami, Sp.A. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak yang mengalami diare, langkah penanganan awal di rumah, serta kapan orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para orang tua. Berbagai pertanyaan disampaikan, di antaranya mengenai cara menyiapkan susu formula yang benar, penyebab berat badan anak tidak kunjung meningkat setelah menjalani operasi usus buntu, penanganan anak yang mengalami diare disertai muntah, termasuk pertanyaan mengenai keamanan pemberian obat lambung saat diare, serta anggapan bahwa berat badan anak yang sulit naik disebabkan oleh kualitas ASI.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, tim Dokter Spesialis Anak menjelaskan bahwa setiap kondisi anak perlu dinilai secara menyeluruh melalui pemeriksaan medis. Orang tua dianjurkan menyiapkan susu formula sesuai petunjuk pada kemasan dengan menjaga kebersihan alat dan menggunakan air matang yang aman. Pada anak yang berat badannya belum meningkat, termasuk setelah menjalani operasi, diperlukan evaluasi terhadap asupan gizi, proses pemulihan, dan kemungkinan penyebab medis lainnya. Untuk anak yang mengalami diare dan muntah, prioritas utama adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian cairan, seperti oralit sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta segera memeriksakan anak apabila muncul tanda bahaya. Dokter juga menjelaskan bahwa obat lambung bukan merupakan terapi utama untuk mengatasi diare, sehingga penggunaannya harus berdasarkan indikasi dan anjuran dokter. Sementara itu, berat badan anak yang tidak naik tidak dapat langsung disimpulkan disebabkan oleh kualitas ASI, karena banyak faktor lain yang perlu dievaluasi, seperti kecukupan asupan, teknik menyusui, kondisi kesehatan anak, maupun status gizinya.
Sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional, pada Jumat, 24 Juli 2026, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang melaksanakan kegiatan berbagi snack kepada pasien anak di ruang rawat inap. Kegiatan ini juga didukung oleh kehadiran dokter anak yaitu dr. Firman Sah Anthonius, Sp.A dan dr. Nandia Permata Rahma A, Sp.A, dengan didampingi oleh kepala ruangan rawat inap matahari dan tim PKRS.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moril bagi anak-anak yang sedang menjalani perawatan, sekaligus menghadirkan suasana yang lebih hangat dan menyenangkan selama berada di rumah sakit.
Melalui rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang berharap semakin banyak orang tua yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. Edukasi yang berkesinambungan serta pelayanan yang humanis diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi anak Indonesia yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.
(yev/cc)


