Jambi | Jurnal Bogor
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menggelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I hingga IV bagi 119 pekebun asal Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) ini dibuka pada 31 Juli 2026 di Swiss-Belhotel Jambi dan berlangsung hingga 5 Agustus 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor perkebunan nasional.
“Perkebunan Indonesia harus ditopang oleh SDM yang unggul, adaptif terhadap teknologi, dan mampu mengelola usaha secara profesional. Karena itu, pengembangan kapasitas pekebun harus terus diperkuat agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujar Amran.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pekebun melalui penguatan kelembagaan, pengembangan kemitraan usaha, serta perluasan jejaring kerja sama. Melalui pelatihan ini, pekebun diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih profesional, mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengapresiasi dukungan BPDP dalam pengembangan kompetensi SDM perkebunan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian.
“Dinamika pengembangan kelapa sawit menuntut pekebun untuk terus meningkatkan kompetensi dalam mengelola usaha. Jambi memiliki posisi strategis dalam pembangunan industri sawit nasional. Potensi tersebut perlu didukung oleh SDM pekebun yang mampu menerapkan pengelolaan usaha secara profesional, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Idha.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala BBPMKP, Sukim Supandi. Ia menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang kembali memberikan kepercayaan kepada BBPMKP sebagai penyelenggara program
peningkatan kompetensi SDM perkebunan.
“Tahun 2026 merupakan tahun kelima pelaksanaan Program Pengembangan SDM Perkebunan yang telah memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas pekebun di Indonesia,” kata Sukim.
Menurut Sukim, sektor perkebunan merupakan salah satu pilar penting pembangunan pertanian Indonesia. Selain menjadi sumber penghidupan masyarakat, sektor ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan devisa negara, dan pengembangan wilayah.
Namun, pembangunan perkebunan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, perkembangan teknologi, hingga persaingan usaha yang semakin ketat. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
“Investasi terbaik dalam pembangunan perkebunan tidak hanya pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya,” ujar Sukim.
Ia menambahkan, pelaksanaan pelatihan BPDP bersama BBPMKP sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit yang menempatkan pengembangan SDM sebagai fondasi penting pembangunan perkebunan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan jejaring usaha di sektor perkebunan,” katanya.
Ketua Kelompok Pelatihan Manajemen Non Aparatur dan Pengelolaan Kerja Sama Pelatihan sekaligus Ketua Penyelenggara, Renata Dayang Naguratta Damanik, mengatakan pelatihan tersebut merupakan wujud sinergi BPDP dan BBPMKP dalam meningkatkan kualitas SDM perkebunan.
“Tahun 2026 merupakan tahun kelima BPDP kembali mempercayakan BBPMKP untuk menyelenggarakan program peningkatan kompetensi dan kapabilitas SDM perkebunan,” ujar Renata.
Ia menjelaskan, pelatihan dirancang untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, memperkuat kelembagaan pekebun, membangun kemitraan usaha, serta mengembangkan jejaring kerja sama.
Materi pelatihan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 40/Kpts/KB.020/E/05/2025 yang mencakup penguatan kelembagaan kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, pembangunan jejaring, dinamika kelompok, penumbuhan kebersamaan pekebun, serta overview dan integrasi.
Pelaksanaan pelatihan dibagi dalam empat angkatan dengan total 119 peserta. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi yang dipadukan dengan kegiatan mini outbound untuk mendorong partisipasi aktif, membangun kekompakan, dan memperkuat pengalaman belajar peserta.
Melalui kolaborasi BPDP dan Kementerian Pertanian, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan SDM pekebun yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menerapkan praktik perkebunan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Setelah kembali ke daerah masing-masing, peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pengetahuan dan praktik terbaik kepada pekebun lainnya. Dengan demikian, manfaat program dapat menjangkau lebih luas dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan pekebun serta kemajuan sektor perkebunan di Provinsi Jambi.
(Restu/BBPMKP)


