29.2 C
Bogor
Sunday, August 2, 2026

Buy now

spot_img

Melalui Gladiator Arena, Jovan Latuconsina Kampanyekan Stop Tawuran

Bogor | Jurnal Bogor

Wakil Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Agust Jovan Latuconsina, mengajak para pelajar yang memiliki kemampuan bertarung untuk meninggalkan aksi tawuran dan menyalurkan bakatnya melalui olahraga tinju. Pesan itu disampaikannya saat membuka Gladiator Bogor Arena II Boxing 2026 di GOR Indoor Pajajaran, Sabtu (1/8/2026).

Kejuaraan yang digelar hasil kolaborasi Pertina dengan komunitas Catatan Akhir Sekolah (CAS) tersebut diikuti 135 petinju dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, hingga Tangerang. Para peserta bertanding di berbagai kategori, mulai dari pelajar, alumni, komunitas, camp, hingga umum.

Agust Jovan menegaskan, Gladiator Bogor Arena bukan sekadar ajang adu kemampuan di atas ring, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar terhindar dari aksi kekerasan di jalanan.

“Kalau punya kemampuan bertarung, jangan disalurkan melalui tawuran. Salurkan di ring tinju yang resmi, ada pelatih, ada wasit, dan semuanya dilakukan secara sportif. Kami ingin mengubah energi anak-anak muda menjadi prestasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Gladiator Bogor Arena kini memasuki penyelenggaraan kedua. Setelah tahun lalu digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, tahun ini kejuaraan dipindahkan ke Kota Bogor agar semakin banyak masyarakat Bogor Raya yang dapat berpartisipasi.

Menurutnya, kejuaraan tersebut juga menjadi salah satu sarana Pertina menjaring atlet-atlet potensial untuk dibina secara berkelanjutan.

Petinju yang menunjukkan prestasi maupun potensi akan diarahkan mengikuti program pembinaan Pertina sehingga memiliki kesempatan tampil pada kejuaraan tingkat daerah hingga nasional.

“Kami tidak hanya mencari juara, tetapi juga bibit-bibit petinju yang memiliki potensi. Mereka akan kami bina agar bisa berkembang menjadi atlet berprestasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Gladiator Bogor Arena II Boxing 2026, Apit Gunawan, mengatakan antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini meningkat dibandingkan edisi perdana.

Sebanyak 53 partai pertandingan digelar sepanjang kejuaraan dengan mempertemukan petinju dari berbagai latar belakang dan kelompok usia.

Menurut Apit, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui olahraga sekaligus mengampanyekan gerakan menjauhi tawuran dan penyalahgunaan narkoba.

“Semangat yang kami bawa adalah stop tawuran, jauhi narkoba, dan raih prestasi. Kami ingin olahraga tinju menjadi ruang positif bagi anak-anak muda untuk berkembang,” ucapnya.

Ia menambahkan, para juara nantinya akan mendapat kesempatan mengikuti pembinaan lanjutan bersama Pertina sebagai bekal untuk melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

** Fredy Kristianto

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles