Bogor | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara menyelenggarakan Seminar Umum bertema “Peran Manajemen dalam Mengembangkan Bisnis Digital di Era Modern” pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Gedung Aula Grahatara, Yayasan Dewantara.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan Prof. Dr. Henry Eryanto, MM., Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai pembicara utama.

Seminar yang terbuka bagi mahasiswa dan umum tersebut dihadiri oleh para dosen ITB Dewantara serta lebih dari 150 mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Program Studi Bisnis Digital, dan Program Studi Sistem Teknologi Informasi.
Kehadiran peserta yang memadati aula menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap perkembangan bisnis digital dan pentingnya ilmu manajemen dalam menghadapi era transformasi digital.
Dalam sambutannya, Dr. Zeze Zakaria Hamzah, Wakil Rektor ITB Dewantara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Henry Eryanto yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman kepada civitas akademika ITB Dewantara. Kami juga mengapresiasi para mahasiswa dan dosen yang hadir. Seminar seperti ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia bisnis dan teknologi yang terus berkembang,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Henry Eryanto, MM. menegaskan bahwa keberhasilan bisnis digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemampuan manajemen dalam mengelola strategi, sumber daya manusia, proses bisnis, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Menurutnya, ilmu manajemen tetap menjadi fondasi utama dalam pengembangan bisnis digital. Fungsi-fungsi manajemen seperti Planning, Organizing, Actuating (Leading), dan Controlling (POAC) harus diterapkan secara tepat agar transformasi digital mampu menghasilkan nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi organisasi.
“Teknologi adalah enabler, tetapi keberhasilan bisnis digital sangat ditentukan oleh bagaimana manajemen mampu merancang strategi, membangun organisasi yang adaptif, memimpin perubahan, dan mengendalikan kinerja melalui data,” jelas Prof. Henry.
Seminar berlangsung interaktif dengan tiga sesi tanya jawab yang mendapat respons luar biasa dari peserta.
Berbagai pertanyaan kritis disampaikan mahasiswa terkait strategi digital, kepemimpinan, inovasi, hingga penerapan manajemen dalam bisnis berbasis teknologi.

Salah satu pertanyaan menarik disampaikan oleh Yana, mahasiswa ITB Dewantara, yang menanyakan tentang pentingnya penerapan konsep POAC dalam aplikasi bisnis di era digital.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Henry menjelaskan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, prinsip-prinsip dasar manajemen tetap relevan dan menjadi pedoman utama dalam menjalankan bisnis modern.
Menurutnya, planning diperlukan untuk menentukan arah dan strategi digital, organizing untuk mengelola sumber daya dan teknologi secara efektif, Leading untuk mendorong inovasi dan kolaborasi, serta controlling untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai target melalui pengukuran berbasis data.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta diskusi yang berkembang selama seminar berlangsung. Kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya integrasi antara ilmu manajemen dan teknologi digital dalam menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan kompetitif.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu yang menghadirkan profesor dan akademisi terkemuka, ITB Dewantara terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkaya pengalaman akademik mahasiswa. Seminar ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan, dunia kerja, maupun mengembangkan usaha di era digital yang semakin dinamis.
(Wawan Hermawanto)


