Cianjur | Jurnal Bogor – Azzka Arriziq (14), siswa SMPIT Tirtayasa Kota Serang, Banten berhasil menuntaskan pendakian tektok Gunung Gede Pangrango dalam satu hari tanpa menginap di jalur. Aksi ini menarik perhatian karena ‘tektok’ Gede Pangrango dikenal cukup menguras stamina meski termasuk jalur favorit di Jawa Barat.
Pendakian dimulai dari pintu masuk Cibodas pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Dengan berbekal headlamp, logistik ringan, dan persiapan fisik yang matang, Azka langsung bergerak menuju Puncak Gede 2.958 mdpl.
“Targetnya memang ‘tektok’ biar efisien waktu. Jalur Cibodas-Puncak Gede PP sekitar 8-10 jam kalau kondisi fit. Yang penting manajemen waktu dan hidrasi dijaga,” ujar Azka, Senin (15/6/2026).
Cuaca saat pendakian relatif bersahabat, meski sempat berkabut di area Kandang Badak. Sesampainya di puncak sekitar pukul 07.30 WIB, ia mengabadikan momen dengan pemandangan lautan awan sebelum turun kembali ke basecamp.
Tektok atau pendakian tanpa camping kini jadi tren di kalangan anak muda karena lebih hemat biaya dan waktu. Namun petugas pos jaga tetap mengingatkan agar pendaki tidak memaksakan diri, membawa perlengkapan standar keselamatan, dan mengecek kondisi jalur sebelum berangkat.
Gunung Gede Pangrango sendiri merupakan bagian dari Taman Nasional Gede Pangrango dengan jalur resmi Cibodas Cianjur, Gunung Putri Bogor dan Selabintana Sukabumi. Pendakian’ tektok’ biasanya disarankan hanya untuk pendaki yang sudah berpengalaman dan kondisi fisik prima.
(Wawan Hermawanto)
—


