30.3 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img

Pasca Tragedi Curug Cisadane, Kapolsek Minta Pengelola Wisata Berkoordinasi Muspika

Cigombong- Kapolsek Cigombong, Kompol Uba Subrata dengan tegas meminta kepada para pengelola tempat wisata untuk berkoordinasi dengan Muspika. Hal itu disampaikan Kapolsek, pasca terjadinya tragedi tewasnya seorang wisatawan asal Jakarta di lokasi wisata Kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP), Curug Cisadane, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pekan kemarin.

“Kami, Pak camat juga sampaikan kaitan wisata alam apalagi wisata air yang memiliki potensi bahaya. Agar tiap pengelola untuk berkoordinasi dengan Muspika,”tegas Kompol Uba Subrata, kepada Jurnal Bogor, di halaman Kantor Kecamatan Cigombong, Kamis (7/5/2026).

Mantan Kapolsek Cigudeg itu melanjutkan, untuk sementara lokasi wisata yang ada di Kawasan TNGP ditutup sementara pasca terjadinya musibah tersebut. Pihaknya juga menyampaikan bahwa, peristiwa itu harus menjadi pembelajaran bagi para pengelola wisata untuk mempertimbangkan cuaca.

“Karena cuaca di Bogor ini masih buruk, jadi pihak TNGP menutup sementara tempat wisata. Karena faktor alam tidak bisa di ajak kompromi jadi kita harus mengutamakan keselamatan,”imbuhnya.

Ketika disinggung adakah unsur kelalaian dari pihak pengelola wisata?, pihaknya pun menjelaskan bahwa, hal itu tengah di dalaminya. Pihak pengelola pun sudah di panggil untuk dimintai keterangan.

“Nah, kita sedang di dalami dulu apakah ada unsur kelalaian atau tidak. “jawabnya.

Sementara itu, Sekcam Cigombong, Yedi Surachman menambahkan, pihak pengelola beserta unsur Muspika sudah duduk bareng di Kantor Kecamatan Cigombong, untuk mempertanyakan kronologis kejadian naas tersebut.

“Kan rilis kronolgisnya juga sudah ada alamat laman TNGP,”singkatnya.

Viral di Media Sosial (Medsos) seorang wisatawan tewas terbawa arus deras di area Ciwaluh, Curug Cisadane, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Jum’at (6/5/2026).

Di konfirmasi, Sekdes Watesjaya, Wawan, membenarkan adanya peristiwa naas yang menimpa wisatawan berjenis perempuan tersebut. Pihaknya mengaku tidak tahu persis atas musibah yang terjadi.

“Kalau infonya tiga orang wisatawan tengah menyebrang. Tiba-tiba datang air bah datang sehingga mereka terjebak di sebrang sungai. kemungkinan waktu itu cuaca LG buruk,”terang Wawan kepada Jurnal Bogor, Rabu (6/5/2026).

Wawan pun menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui pengelola tempat wisata yang telah menelan korban tersebut. Sebab kata dia, pihak pengelola belum berkoordinasi dengan pihak desa setempat.

“Justru saya tahu ada tempat wisata itu setelah viral ada yang kena musibah. Untuk lokasinya itu jauh di daerah Ciwaluh,”terangnya.n Herry Setiawan (AR)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles