Cisarua | Jurnal Bogor
Sudah satu bulan terakhir, produk Minyakita menghilang dari Pasar Tradisional Cisarua, Kabupaten Bogor. Kondisi ini dikeluhkan pedagang maupun konsumen yang kesulitan.
Edi(43) pengecer di pasar tersebut, mengatakan bahwa Minyakita sudah tidak tersedia sejak sebulan lalu, meskipun sebelumnya sempat dijual dengan harga yang tidak jauh berbeda dari merek lain.
“Sudah satu bulan Minyakita tidak ada di Pasar Cisarua ini. Padahal sebelumnya harga jualnya hampir sama dengan merek lain,” ujar Edi.
Ari menyebut, banyak konsumen yang masih mencari produk tersebut, namun stok di Pasar Tohaga benar-benar kosong.
“Memang sudah sekitar satu bulan hilang. Kondisi ini dikeluhkan pedagang dan konsumen karena kesulitan mendapatkan barangnya,” ungkapnya.
Menurut Ari, pasokan Minyakita sebelumnya memang tidak menentu dan terbatas. Pasar Tohaga biasanya mendapat jatah sekitar 50 dus per bulan, namun harus dibagi ke sejumlah pengecer sehingga tidak mencukupi kebutuhan.
“Sekarang benar-benar kosong, tidak ada barangnya sama sekali,” keluhnya.
Meski harganya relatif lebih tinggi, sekitar Rp21.000 per liter, Minyakita tetap diminati konsumen selama stok masih tersedia.
“Yang penting barangnya ada. Walaupun harganya sekitar Rp21 ribu per liter, tetap dibeli,” katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Pasar Perumda Tohaga Cisarua Aria Maulana membenarkan, adanya kelangkaan distribusi Minyakita.
“Penjualan di Pasar Tohaga relatif stabil, tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Namun, kelangkaan Minyakita sudah kami laporkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” tandasnya.
** Dadang Supriatna


