24.6 C
Bogor
Sunday, April 19, 2026

Buy now

spot_img

Cisarua Darurat Resapan Air

Cisarua | Jurnal Bogor
Wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor membutuhkan area resapan air. Pasalnya, terus bertambahnya bangunan di wilayah Cisarua, mulai dari pembangunan vila, rumah penduduk, dan perumahan berbentuk kavling menjadikan area terbuka hijau di kawasan tersebut kini semakin berkurang.

Pesawahan dan perkebunan terus mengalami perubahan yang cukup pesat. Hal ini menjadikan iklim di kawasan Cisarua tidak sejuk lagi.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari UPT Tata Bangunan Ciawi, sekitar seribu unit merupakan bangunan liar dan bangunan yang melanggar peraturan tanpa IMB. Bangunan-bangunan tersebut khususnya yang sudah terbukti melanggar aturan, merupakan milik warga Jakarta.

Kepala UPT Tata Bangunan Ciawi Agung Tarmedi menyatakan, kondisi bangunan yang dinilai melanggar itu datanya sudah dilimpahkan ke Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Pembangunan di kawasan Puncak terus mengalami perubahan. Areal pesawahan kini menjadi pemukiman. Dari sebagian bangunan, hasil dari pemantauan petugas kami di lapangan, terdapat sekitar 1000 bangunan dinyatakan melanggar aturan. Pelanggarannya, mulai dari tidak memiliki IMB hingga pelanggaran lainnya. Dan data tersebut sudah kami limpahkan ke Satuan Pol PP Kabupaten Bogor, ” tandasnya.

Dampak dari gencarnya pembangunan itu pantauan di beberapa desa, seperti di Kampung Ciburial Tugu Utara, Lewimalang dan di Kelurahan Cisarua, jika turun hujan kawasan tersebut kini selalu kebanjiran.

“Hujan sebentar saja volume air di parit-parit jalan terlihat sangat besar. Bahkan perkampungan warga yang berada di Gangg Arayak Kelurahan Cisarua jika turun hujan selalu kebanjiran. Ini akibat saluran air tidak bisa lagi menampungnya,” pungkas Herul, warga Cisarua.

** Dadang Supriatna

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles