Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor kembali melaksanakan kegiatan donor darah rutin yang bertempat di Gedung Bank Darah RSUD R. Moh. Noh Nur, Selasa (31/03/26). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam menjaga ketersediaan stok darah sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian kemanusiaan.
Kegiatan donor darah ini terbuka bagi pegawai RSUD maupun masyarakat umum di wilayah sekitar. Sejak pagi hari, para peserta telah hadir dan mengikuti tahapan donor darah yang meliputi pendaftaran, pemeriksaan kesehatan (skrining), hingga proses pengambilan darah yang berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.
Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS, turut hadir dan berpartisipasi langsung sebagai pendonor. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit dalam menjalankan aksi kemanusiaan secara berkelanjutan.

Dalam keterangannya menyampaikan bahwa donor darah rutin merupakan program strategis rumah sakit yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga pada peningkatan kepedulian sosial.
“Kami ingin kegiatan donor darah ini menjadi budaya, baik di lingkungan RSUD maupun di masyarakat. Kebutuhan darah terus ada setiap hari, sehingga partisipasi aktif dari semua pihak sangat dibutuhkan. Melalui kegiatan rutin ini, kami berharap ketersediaan darah tetap terjaga dan kesadaran masyarakat untuk berbagi semakin meningkat,” ujarnya.
Salah satu pendonor, Nina Arfariana (46), dari PGRI Ciampea Endah, mengaku telah rutin mengikuti kegiatan donor darah dan kini telah memasuki donor ke-7 kalinya. Ia juga memanfaatkan aplikasi “Donorku” untuk memantau riwayat donor darahnya.
“Saya sudah tujuh kali donor. Selain membantu sesama, setelah donor badan terasa lebih enak dan lebih sehat. Tadi juga tensi saya 120/80, jadi semakin yakin untuk rutin donor,” ungkapnya.
Berdasarkan data kegiatan, jumlah calon donor yang hadir mencapai 101 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 81 orang berhasil mendonorkan darahnya, sementara 20 orang lainnya belum dapat mendonor karena tidak memenuhi persyaratan medis.
Rincian pendonor yang berhasil berdasarkan golongan darah yaitu golongan darah A sebanyak 28 orang, golongan B sebanyak 16 orang, golongan O sebanyak 30 orang, dan golongan AB sebanyak 7 orang. Seluruh proses donor menggunakan kantong darah tipe double dengan total 81 kantong darah yang berhasil dikumpulkan.
Sementara itu, beberapa faktor yang menyebabkan calon donor tidak dapat mendonorkan darah antara lain kadar hemoglobin di bawah atau di atas standar, tekanan darah yang tidak memenuhi kriteria, konsumsi obat-obatan, serta riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan lainnya yang tidak sesuai dengan persyaratan donor.
Kegiatan ini juga didukung dengan sistem pendataan yang terintegrasi, termasuk penggunaan aplikasi seperti “Donorku” yang membantu pendonor dalam memantau riwayat dan jadwal donor darah secara lebih mudah.
Melalui konsistensi pelaksanaan kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh Nur menegaskan perannya sebagai institusi pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada upaya kuratif, tetapi juga aktif dalam kegiatan promotif, preventif, serta aksi sosial kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
(yev/cc)


