27.4 C
Bogor
Tuesday, February 24, 2026

Buy now

spot_img

Ketua Katar Nanggung, Hamdan Yuwafi Dorong Pembangunan Alun-alun

Nanggung | Jurnal Bogor – Jembatan Lukut yang berada di perbatasan antara Desa Parakanmuncang dan Desa Kalongliud, wilayah administratif Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kerap dijadikan lokasi nongkrong dan tempat berkumpul para remaja saat momen ngabuburit di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Setiap sore, kawasan Jembatan Lukut tampak ramai dipadati warga, didominasi kalangan pemuda dan pemudi yang berkumpul sambil bercengkerama menunggu waktu berbuka puasa. Ramainya pengunjung tersebut kerap membuat arus lalu lintas di sekitar jembatan tersendat.

Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat karena banyaknya warga yang memadati sisi jalan dan bahu jembatan.

Selain menjadi tempat nongkrong, area tersebut juga dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan aneka takjil dan makanan berbuka puasa. Suasana sore hari pun berubah layaknya pasar dadakan.

“Kalau Ramadan hampir setiap sore pasti ramai. Banyak yang datang hanya untuk melihat sungai dan menunggu Magrib bersama teman-teman,” ujar Pardi, warga sekitar, Senin (23/2/2026).

Warga lainnya, Siti (34), mengaku senang dengan suasana tersebut, namun berharap ada penataan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Seru, jadi ada hiburan gratis. Tapi kadang macet juga, apalagi kalau sudah mendekati waktu berbuka,” katanya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung, Hamdan Yuwafi, mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, seperti pembangunan alun-alun kecamatan.

Menurut Hamdan, keberadaan alun-alun sangat penting sebagai wajah Kecamatan Nanggung.

“Pertama, alun-alun bisa menjadi ikon kecamatan. Kedua, bukan hanya sebagai monumen, tetapi juga harus dilengkapi taman rekreasi untuk anak-anak dan masyarakat umum,” ujarnya.

Ia menambahkan, ruang terbuka tersebut juga dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang.

“Alun-alun bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat, ruang budaya, sekaligus mengakomodasi UMKM di Nanggung. Jadi tidak hanya ramai saat Ramadan, tetapi dapat dimanfaatkan sepanjang waktu,” katanya.

Hamdan menilai, pembangunan ruang terbuka publik sudah menjadi kebutuhan mendesak, seiring dengan semakin padatnya penduduk yang berdampak pada menyusutnya ruang sosial masyarakat.

“Sudah semestinya dibangun alun-alun sebagai fasilitas ruang terbuka di Kecamatan Nanggung. Bukan hanya untuk kaum milenial, tetapi dapat dimanfaatkan secara luas, termasuk sebagai sarana bermain anak-anak,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor agar segera menyusun perencanaan pembangunan alun-alun tersebut.

“Dengan begitu, aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat bisa terpusat tanpa mengganggu akses jalan utama,” pungkas Hamdan. Arip Ekon

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles