Cigudeg l Jurnal Bogor
Kabupaten Bogor cukup kaya akan sejarah dan peninggalan cagar budaya warisan yang sangat berharga dari para pendahulu. Salah satunya, Situs Batu Tapak yang berada di lereng Gunung Tenjoleat di kawasan hutan negara Perum Perhutani di Desa Sukamaju wilayah administratif Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Situs purbakala berupa batu berbekas telapak kaki itu hingga kini masih terjaga, namun dibutuhkan sinergi pelestarian, baik dari masyarakat maupun pemerintah.
Farid Samsudin, salah satu pelestari hutan mengatakan, Situs Batu Tapak Tenjoleat terletak tepat di puncak Gunung Tenjoleat yang memiliki ketinggian 476 meter di atas permukaan laut itu salah satu situ peninggalan sejarah yang harus dilestarikan.
“Harus dijaga dan terus dilestarikan, tetapi sinergi pelestarian dibutuhkan keterlibatan semua unsur antara masyarakat, pemerintah termasuk pihak pengelola hutan,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/2/2026).
Farid yang akrab disapa Agenk itu termasuk pelestari hutan asal Desa Batutulis, Nanggung yang gemar berpetualang menjajaki gunung. Beberapa hari terakhir ini ia tengah aktif melakukan penghijauan dengan menanam ratusan bibit kopi di kawasan hutan Gunung Tenjoleat Cigudeg.
“Secara berkala, 100 bibit kopi yang kita tanam, jenisnya kopinya arabica. Inisiatif penaman ini, tak lain hanya untuk pelestarian,” ujarnya.
Menurutnya, karena keberadaan Situs Batu Tapak di Gunung Tenjoleat salah satu cagar budaya dan peninggalan sejarah di Kabupaten Bogor pelestariannya yang harus dijaga dengan baik oleh semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten Bogor.
Arip Ekon

