Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Aliansi Masyarakat Untuk Pemekaran Bogor Barat (Amuk Bobar) terus menyuarakan pemekaran Bogor Barat untuk lepas dari Kabupaten Bogor. Ketua Amuk Bobar Bukhari Muslim optimis bahwa pemerintah mendukung terwujudnya Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran Bogor Barat.
Meski demikian, saat ini pemerintah pusat masih fokus menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga pemekaran Bogor Barat belum terealisasi.
“Memang negara saat ini masih punya PR dulu terkait MBG sebagai program nasional Bapak Prabowo, Insya Allah setelah ini akan segera untuk pemekaran,” ungkapnya, baru baru ini.
Menurut Bukhari, Presiden Prabowo Subianto akan meneken RPP Desartada (Desain Besar Penataan Daerah) dan Detada (Penataan Daerah) menjadi Peraturan Pemerintah (PP). Hal itu sebagai bukti bahwa pemerintah mendukung kemajuan daerah termasuk Bogor Barat.
Amuk Bobar juga mendapat angin segar dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria yang menyatakan dukungannya untuk pemekaran Bogor Barat.
“Pak Wamendes sangat mengapresiasi, apalagi beliau tahu Bogor ini terpadat se-Indonesia. Maka sebagai sebuah keharusan, solusinya adalah pemekaran,” kata Bukhari.
Lebih jauh ia menyampaikan, pemekaran sejatinya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah. Sehingga Bukhari berharap, setelah program MBG sukses, pemekaran Bogor Barat bisa terealisasi.
“Karena ini memang sudah 27 tahun perjuangan masyarakat Bogor Barat, sampai hari ini kita nyalakan terus semangat, dan pemerintah juga akan kooperatif,” tandasnya.
Sebelumnya, Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria menyebut bahwa MBG merupakan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul.
Bagaimana pemerintah ingin memastikan anak-anak pelajar, serta ibu hamil mendapatian asupan makanan bergizi yang seimbang melalui program MBG.
“Program penguatan SDM sudah betul-betul ada di republik yang kita cintai ini, dan sudah 60 juta penerima manfaat MBG. Tahun ini ditargetkan mencapai 82,9 juta penerima manfaat,” pungkasnya.
** Arip Ekon

