Bogor | Jurnal Bogor
Kabar baik bagi warga Kota Bogor, khususnya di wilayah Tanah Sareal. Pembangunan gedung SMA Negeri 11 Bogor dipastikan akan dimulai pada tahun 2024 ini. Proyek strategis ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Bapperida dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat.
Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, mengungkapkan bahwa pembangunan tahap pertama ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penerimaan Siswa Baru Tetap Berjalan
Meski gedung fisik baru mulai dibangun, Rudy memastikan bahwa penerimaan peserta didik baru untuk SMAN 11 akan tetap dibuka pada tahun ajaran ini. Untuk sementara, para siswa akan “dititipkan” di sekolah terdekat.
“Penerimaan siswanya sudah akan dimulai di tahun ajaran ini. Rencananya akan ditempatkan dahulu di SMA Negeri 2 Bogor. Sehingga nanti ketika bangunan tahap pertama selesai, sekolah sudah ada penghuninya dan tidak kosong,” ujar Rudy.
Terkait pengaturan jadwal belajar, Rudy menjelaskan bahwa di SMA Negeri 2 saat ini sedang ada pembangunan 3 hingga 4 Ruang Kelas Baru (RKB) dari internal provinsi yang nantinya bisa digunakan oleh siswa SMAN 11, sehingga diharapkan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar yang ada.
Lokasi pembangunan SMAN 11 berada di Kelurahan Kayu Manis, tepatnya di belakang pusat layanan kesehatan (Yankes) seberang kantor kelurahan. Lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Hingga saat ini, proses administrasi terus dikebut agar pembangunan fisik bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Selain SMAN 11, Pemkot Bogor juga tengah mengupayakan berdirinya SMAN 12 di wilayah Kertamaya, Bogor Selatan. Berbeda dengan SMAN 11, lahan untuk SMAN 12 merupakan milik Pemkot Bogor yang berlokasi di sebelah GOM Bogor Selatan.
“Mekanismenya, lahan milik kita (Pemkot) akan dihibahkan ke Provinsi karena kewenangan SMA ada di sana. Kita butuh SMA untuk warga kita di wilayah tersebut,” jelas Rudy.
Saat ini, progres SMAN 12 memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang dianggarkan pada APBD Perubahan. Jika berjalan lancar, pembangunan fisik SMAN 12 diproyeksikan baru akan dimulai pada tahun 2027.
Rudy menambahkan bahwa sebenarnya Pemkot mengajukan tiga lokasi sekolah baru. Namun, untuk usulan di Kampung Sawah, saat ini masih tertunda karena kendala aksesibilitas.
“Untuk Kampung Sawah masih ditolak karena akses jalannya hanya bisa dilalui motor. Perlu ada pembebasan 3 sampai 4 rumah agar mobil bisa masuk ke lokasi. Jadi kita fokus selesaikan yang di Kayu Manis dan Kertamaya dulu,” pungkasnya.
** Fredy Kristianto

