Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, terus mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan usaha ternak ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mutiara.
Program ternak ayam petelur tersebut menjadi salah satu program unggulan desa dalam sektor ketahanan pangan, sekaligus sebagai langkah strategis untuk menciptakan unit usaha produktif yang dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.
Kepala Desa Sukaluyu, Rosidin, mengatakan, pengelolaan ternak ayam petelur sepenuhnya diserahkan kepada BUMDes Mutiara agar dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Pengelolaan ayam petelur dilakukan oleh BUMDes Mutiara dengan populasi awal sebanyak 1.000 ekor. Dengan populasi sebanyak itu, kami berharap produksi telur bisa maksimal dan mampu menunjang kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Rosidin, Rabu (04/02/26).
Menurutnya, pengembangan peternakan ayam petelur ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi telur di lingkungan Desa Sukaluyu, tetapi juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi desa melalui pengelolaan usaha desa.
Rosidin menjelaskan, program ternak ayam petelur ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang diimplementasikan di tingkat desa melalui pemanfaatan potensi lokal.
“Program ini kami jalankan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan warga, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan usaha produktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh anggaran pelaksanaan program ternak ayam petelur tersebut bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Sukaluyu, yang dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan.
“Anggarannya berasal dari dana desa, dan dimanfaatkan untuk pembangunan sarana peternakan serta pengadaan ayam petelur,” tambah Rosidin.
Lebih lanjut, Rosidin berharap keberadaan usaha ternak ayam petelur yang dikelola BUMDes Mutiara ini dapat menjadi contoh pengembangan usaha desa yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam bentuk ketersediaan pangan maupun peluang ekonomi di tingkat lokal.
Ke depan, Pemerintah Desa Sukaluyu juga menargetkan agar pengelolaan peternakan ayam petelur dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi manajemen, perawatan ternak, maupun pemasaran hasil produksi telur, sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan adanya program ternak ayam petelur ini, Pemerintah Desa Sukaluyu optimistis ketahanan pangan di tingkat desa dapat semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan BUMDes yang lebih produktif dan mandiri. Yudi

