Bogor | Jurnal Bogor
Banjir lintasan dan jalan berlubang berukuran besar hingga kecil kembali menghantui warga Kota Bogor akhir-akhir ini. Kondisi tersebut pun menjadi ancaman serius bagi pengendara roda dua maupun empat.
Kondisi tersebut pun membuat gerah pimpinan DPRD Kota Bogor. Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Mochamad Zenal Abidin, meminta Bidang Pemeliharaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor lebih sigap dan responsif terhadap kerusakan jalan.
“Saya harap kepada dinas terkait yaitu PUPR Kota Bogor harus sigap dengan kondisi jalan-jalan di Kota Bogor ini, karena sudah banyak keluhan dari masyarakat. Intinya jangan sampai nunggu banyak kendala jalan rusak, amit-amit sampai banyak korban pelintas,” ujar H Zenal kepada wartawan, Kamis (29/1).
Menurut dia, intensitas hujan yang tinggi seharusnya menjadi alarm bagi PUPR untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap kondisi infrastruktur jalan.
H Zenal menekankan pentingnya langkah cepat sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan korban.
“Saya paham, akhir-akhir ini cuaca Bogor sedang dingin-dinginnya karena hujan terus. Memang enak buat tidur, tapi ya PUPR khususnya Bidang Pemeliharaan jangan ikutan tidur,” sindirnya.
Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia pun meminta agar jajaran PUPR segera turun ke lapangan dan melakukan penyisiran secara menyeluruh terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Saya sebagai wakil rakyat memohon kepada dinas terkait segera sigap dan terus menyisir jalan-jalan rusak,” tandasnya.
DPRD berharap langkah cepat dan konkret dari PUPR dapat meminimalkan risiko kecelakaan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan di Kota Bogor, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, keterlambatan penanganan juga dipengaruhi oleh kendala pasokan material. Penutupan tambang material di Parung Panjang dan Rumpin oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdampak pada ketersediaan bahan baku hotmix.
“Kata Dinas PUPR, ini dampak dari penutupan tambang material di Parung Panjang dan Rumpin oleh Pemprov Jabar,” katanya.
Meski demikian, publik berharap PUPR Kota Bogor tidak terus berlindung di balik faktor cuaca maupun kendala teknis. Jalan rusak yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya mencerminkan lemahnya respons, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan warga yang setiap hari bergantung pada infrastruktur tersebut.
** Fredy Kristianto

