Megamendung | Jurnal Bogor
Pemerintahan Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor merespons keluhan masyarakat, khususnya mereka yang rumahnya berada di tepi jalan yang sejak lama merasakan terganggu oleh suara klakson telolet yang kerap disuarakan oleh bis-bis pariwisata yang memasuki jalan alternatif Cikopo Selatan.
Warga menyebutkan, suara klakson telolet tersebut disuarakan di kawasan pemukiman penduduk, terdengar cukup bising dan mengganggu kenyamanan warga, termasuk saat melintasi masjid.
“Suara klakson telolet itu menggangu untuk ketenangan warga. Apalagi jika klakson itu disuarakan melintas di mesjid. Mereka yang tengah menjalankan ibadah sholatnya menjadi terganggu akibat suara klakson telolet itu, ” ujar Asep.
Menindaklanjuti keluhan warga, jajaran Trantib Megamendung melakukan himbauan, Selasa (27/1/2026).
Himbauan itu diberikan ke tempat-tempat wisata yang kerap didatangi armada bus pariwisata. Diantaranya, Java, Cigwa, dan ISI. Tempat tempat-wisata itu merupakan tempat yang sering didatangi oleh bus-bus pariwisata.
Dikatakan Kasie Trantib Megamendung Momo, setelah mereka menerima surat himbauan itu diharapkan untuk ditindaklanjuti dengan menginformasikan kepada para pengemudi armada bus yang akang datang kepada tempat wisatanya.
“Kita sudah berikan surat himbauan, yang isinya klakson telolet yang suka dipakai oleh bis-bis pariwisata supaya jangan disuarakan saat melintasi jalan Cikopo Selatan. Karena bus-bus itu datangnya ke tempat pariwisata, dengan ini himbauan tersebut kita kirimkan ke beberapa tempat wisata, seperti Cigwa, Java, juga JDI. Setelah mereka menerima surat himbauan ini, diharapkan mereka memberi kabar kepada para pengemudi bus-bus yang hendak datang ke tempat wisatanya dengan tidak menyalakan klakson telolet, ” pungkas Momo.
** Dadang Supriatna

