26.5 C
Bogor
Wednesday, January 28, 2026

Buy now

spot_img

SMPN 1 Cijeruk Raih Adiwiyata Kabupaten Bogor, Siap Melaju ke Tingkat Nasional

Cijeruk | Jurnal Bogor
Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan sekolah yang kurang terawat, Kepala SMP Negeri 1 Cijeruk, Yeni Yuningsih, berhasil membawa perubahan signifikan. Melalui kegigihan dan langkah nyata bersama seluruh warga sekolah, SMPN 1 Cijeruk kini bertransformasi menjadi lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman hingga berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Bogor.

Transformasi tersebut bermula dari kondisi sekolah yang sebelumnya masih dipenuhi rumput liar serta minim pepohonan peneduh. Melihat hal itu, Yeni Yuningsih menginisiasi gerakan gotong royong massal yang melibatkan guru, siswa, dan seluruh staf sekolah. Upaya kolektif ini membuahkan hasil dan mendapat pengakuan resmi melalui penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Bogor pada Desember 2025 lalu.

Ketua Adiwiyata SMPN 1 Cijeruk, Desi Permata Intan, mengungkapkan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan, pendamping DLH, hingga dukungan masyarakat sekitar.

“Untuk mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat, kami bersama siswa secara rutin melakukan kegiatan kebersihan lingkungan, seperti memilah dan membersihkan sampah, menanam pohon, membuat lubang biopori, serta membersihkan saluran air. Alhamdulillah, hasilnya kini sekolah menjadi lebih asri dan nyaman,” ujar Desi, Selasa (27/10/2026).

Keberhasilan di tingkat kabupaten tersebut menjadi pemantik semangat baru bagi SMPN 1 Cijeruk. Saat ini, sekolah tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Program Adiwiyata Tingkat Nasional dengan berbagai persiapan matang.

Desi Permata Intan yang didampingi Dies Larassari selaku Panitia Persiapan Adiwiyata Nasional menjelaskan bahwa keberlanjutan program lingkungan terus diperkuat melalui sejumlah inovasi.

“Kami menyiapkan berbagai program unggulan, di antaranya pembuatan ecobrick, pengembangan sistem akuaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan sayuran, serta penerapan kebijakan wajib membawa tumbler bagi siswa guna menekan produksi sampah plastik di sekolah,” jelasnya.

Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa sejak dini. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan masyarakat.

“Penghargaan Adiwiyata hanyalah bonus. Fokus utama kami adalah membentuk karakter siswa agar memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Harapannya, nilai-nilai ini terus melekat hingga mereka dewasa dan bermasyarakat,” pungkas Intan.

** Yudi

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles