25.5 C
Bogor
Friday, January 23, 2026

Buy now

spot_img

Jaga Ketahanan Pangan, Perpadi Targetkan Bangun Sentra Beras

Bogor | Jurnal Bogor

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kota Bogor periode 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Serbaguna DPRD Kota Bogor oleh Ketua DPD Perpadi Jawa Barat, Carmin Sanjaya, Kamis (22/1/2026).

Diketahui, Fitri Wita resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPC Perpadi Kota Bogor. Sebanyak 32 orang pengurus dilantik, yang mayoritas berasal dari kalangan pengusaha beras.

Kepada wartawan, Fitri Wita mengatakan bahwa DPC Perpadi Kota Bogor sejatinya telah dibentuk sejak 2025, dan pelantikan ini menjadi peresmian kepengurusan secara formal.

Ia menjelaskan, Perpadi adalah asosiasi yang menaungi penggilingan padi dan pengusaha beras, meski Kota Bogor memang bukan daerah penghasil padi, tetapi bisa jadi pusat distribusi beras untuk Bogor Raya.

“Perpadi berdiri sejak 1968 dan mengalami perkembangan signifikan pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2001, ketika organisasi ini memperluas perannya hingga sektor hilir dengan menaungi para pengusaha beras,” ujar Fitri.

Menurut dia, rantai pangan tidak berhenti di penggilingan, tetapi harus sampai ke tangan konsumen. Atas dasar itu, Perpadi Kota Bogor akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan sejumlah program strategis. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah yang digagas Badan Pangan Nasional bersama Dinas Ketahanan Pangan.

“Perpadi Kota Bogor telah meluncurkan produk Beras Petani, sebagai alternatif beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ungkapnya.

Fitri menuturkan bahwa Perpadi juga mendorong upaya menghidupkan kembali penggilingan padi lokal yang masih ada di wilayah Bogor Selatan dan Bogor Barat.

“Kami ingin merangkul petani, menggerakkan kembali penggilingan, hingga menghasilkan beras yang dikemas dan didistribusikan untuk masyarakat,” jelas dia.

Lebih lanjut, sambung dia, Perpadi Kota Bogor menargetkan penguatan rantai pasok beras dengan mendatangkan langsung pasokan dari daerah penghasil ke Kota Bogor serta membentuk Sentra Beras yang akan melayani wilayah Bogor Raya.

Hal itu, kata dia, lantaran potensi pasar beras di Kota Bogor dinilai sangat besar. Meski jumlah penduduknya sekitar satu juta jiwa, volume perdagangan beras di Kota Bogor tercatat mencapai 1,3 juta ton per tahun, mendekati Kabupaten Bogor yang mencapai 1,6 juta ton. Kondisi ini menempatkan Kota Bogor sebagai pusat perdagangan dan distribusi pangan bagi wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, H Zenal Abidin mendukung penuh keberadan Perpadi. Menurutnya, organisasi itu akan berperan sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas harga, hingga ketersediaan barang.

Selain itu, ia juga mengapresiasi peluncuran produk Beras Petani serta mendukung rencana revitalisasi penggilingan padi lokal dan pembentukan Sentra Beras di Kota Bogor.

“Kalau dikelola secara sinergis bersama BUMD, sektor pangan berpotensi besar berkontribusi terhadap peningkatan PAD. Kami berharap Perpadi berkontribusi menjaga ketahanan pangan Kota Bogor,” harapnya.

** Fredy Kristianto

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles