Nanggung l Jurnal Bogor
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan akan mendorong perubahan perilaku masyarakat yang selama ini memilih menjadi penambang emas tanpa izin (PETI) atau gurandil.
Dorongan tersebut seiring terjadinya peristiwa meninggalnya para penambang emas tanpa izin (PETI) dalam insiden asap di kawasan PT ANTAM UBPE Pongkor, Nanggung menyisakan duka yang mendalam bagi semua pihak.
Kejadian ini menjadi catatan bagi para pemangku kebijakan termasuk kepolisian dalam menangani praktik tambang ilegal.
“Kita akan melakukan bagaimana merehabilitasi masyarakat sekitar tambang yang ada di 4 kecamatan supaya mereka tidak mengulangi kembali,” ucapnya usai mengunjungi kawasan ANTAM Pongkor, Kamis (22/1).
Empat kecamatan yang dimaksud di antaranya Nanggung, Sukajaya, Cigudeg, dan Leuwiliang.
Dari kejadian tersebut, Rudi Setiawan, pihaknya juga masih melakukan pendalaman terkait penyebab munculnya asap sehingga menelan korban.
Termasuk bagaimana agar praktek penambangan emas ilegal tidak kembali terjadi khususnya di wilayah Nanggung dan sekitarnya.
“Sehingga mereka tidak lagi memenuhi kebutuhan hidupnya melalui upaya-upaya penambangan ilegal yang sangat berbahaya bagi dirinya sendiri, yang berakibat pada keluarganya,” tuturnya.
Sementara dalam kunjungannya, Kapolda Jabar mengaku telah melihat lokasi yang diduga menjadi titik sumber munculnya asap.
Meski demikian, masih adanya kepulan asap yang masih di ambang batas aman membuat petugas masih harus berhati-hati dan diperlukan alat yang memadai.
“Sampai hari ini masih relatif tinggi atau belum aman sepenuhnya untuk dimasuki oleh orang tanpa alat dan melakukan kegiatan-kegiatan,” tukasnya.
** Arip Ekon

