Nanggung l Jurnal Bogor
Koramil 2117 Nanggung merespons positif latihan pencak silat di Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor yang telah berlangsung lima kali pertemuan di setiap satu pekan sekali.
Anggota Koramil Nanggung Sertu Mariono yang terlibat aktif bersama kedua pelatih mendampingi puluhan anak-anak dan remaja dalam mengikuti latihan pencak silat di Lapangan Pemersatu di Desa Batutulis.
Menurut Sertu Mariono, kegiatan tersebut bagian dari program pembinaan dalam membentuk karakter terutama anak-anak di usia dini dan remaja.
“Tentu Koramil Nanggung mendukung latihan pencak silat yang tengah berjalan di Batutulis,” kata Sertu Mariono, Rabu (21/1/2026).
Program latihan pencak silat yang digagas masyarakat bersama Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Nanggung dan PT Antam, menurutnya agar olahraga pencak silat dapat terus berkembang dan bisa diterima masyarakat sehingga perlu dukungan semua pihak agar berkelanjutan.
“Perlunya dukungan semua pihak, termasuk penataan fasilitas lapangan dimana tempat tersebut yang biasa digunakan beragam kegiatan masyarakat. Juga perlu tatakelola lapangan agar kegiatan masyarakat salah satunya latihan pencak silat diharapkan bisa lebih baik,” pungkasnya .
Sebelumnya disebutkan, kegiatan latihan tersebut sekaligus pengenalan olahraga beladiri sejak dini dengan menghadirkan tiga pelatih dari kaum hawa yang tergabung di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Bogor Barat, yakni Rena Zaqiah, Serly Maelani dan Eneng Faizah.
“Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap gerakan dasar pencak silat yang dikenalkan. Latihan ini untuk menanamkan nilai-nilai bela diri dan karakter luhur sejak dini,” ujar pelatih pencak silat Rena Zaqiah, baru baru ini.
Rena Zaqiah salah satu pesilat asal Desa Nanggung terbilang cukup lama menjadi pembimbing atau pelatih pencak silat mulai di pondok pesantren hingga di sekolah -sekolah.
Ditengah terik matahari, tak menyurutkan semangat anak-anak mengikuti arahan pembimbing yang diawali dengan melakukan pemanasan mengelilingi dua kali putaran lapangan.
Rena menuturkan, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi bagian dari warisan budaya Indonesia yang sarat nilai.
Karena itu, ia ingin anak-anak memahami bahwa pencak silat mengajarkan disiplin, keberanian, serta perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya untuk memperkenalkan pencak silat sebagai budaya bangsa Indonesia, serta mendidik anak-anak agar berkarakter, aktif, produktif, dan berprestasi,” katanya.
Jadi kata dia, lewat latihan yang bakal rutin ini diharapkan tumbuh generasi yang berbudi pekerti luhur, memahami makna benar dan salah, beriman, serta mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Latihan usia dini yang diselenggarakan PSHT ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam melestarikan warisan budaya pencak silat,” jelasnya.
** Arip Ekon

