27.6 C
Bogor
Tuesday, January 20, 2026

Buy now

spot_img

Kelompok Tani di Kecamatan Nanggung Padukan Ikrar Setia dan Bisnis Qurban Modern Berbasis Syariah

Nanggung | Jurnal Bogor
Di tengah keasrian Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang kaya akan sumberdaya alam, sebuah acara sederhana namun menjadi momentum bersejarah bagi sektor peternakan setempat berlangsung khidmat pada Kamis (15/1) di Kantor Desa Parakan Muncang.

Acara yang dirayakan tidak hingar-bingar, tetapi suasana sakral terasa ketika para petani yang sebagian besarnya juga menekuni usaha ternak, berdiri tegak, bukan melakukan kesepakatan dagang saja, melainkan untuk mengikat satu sama lain dalam sebuah “Janji Setia”.

Pada hari itu, PALAKKURI (Paguyuban Lulusan AKKUR Indonesia) Kawasan Nanggung melakukan pelantikan anggota baru, tetapi juga meresmikan sebuah model ekonomi peternakan inovatif lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) JAQUBIS (Jaminan Qurban Ismail). Ini adalah antitesis dari stigma peternakan rakyat yang sering dianggap tradisional dan tidak terorganisir.

Janji Setia: Memperkuat Ikatan dalam Berorganisasi

Secara sederhana, PALAKKURI-K (Paguyuban Lulusan AKKUR Indonesia) adalah sebuah organisasi atau wadah persatuan bagi para alumni yang telah lulus dari rangkaian proses pembelajaran dan pelatihan AKKUR (Akademi Komunitas Korporasi Usaha Rakyat). Mereka mendeklarasikan diri dalam satu persatuan sudah sejak 11 Februari 2025 lalu dan terus berjalan hingga saat ini. Kaderisasi dengan terus menambah anggota untuk berkolaborasi dalam praktik kolektif terus aktif dilakukan guna memperluas manfaat model tersebut.

Jika kelompok tani biasa seringkali hanya sekadar kumpulan individu, PALAKKURI-K bertindak seperti sebuah “perusahaan bersama” atau wadah usaha kolektif. Mereka tidak bekerja secara individual, melainkan menyatukan kekuatan untuk membangun bisnis yang profesional dan modern di kecamatan mereka.

Keunikan utama dari pelantikan ini terletak pada prosesinya. Di banyak tempat, menjadi anggota kelompok tani hanyalah urusan administratif dengan menggunakan KTP dan kertas formulir. Namun di PALAKKURI-K, keanggotaan adalah sebuah ideologi. “Keanggotaan PALAKKURI-K tidak hanya hubungan administratif semata, tetapi harus ada ikatan komitmen jangka panjang yang anggotanya setia dan punya tanggung jawab moral dengan forum,” tegas Didih Radiatna, Wali PALAKKURI-K, dalam sambutannya.

Para calon anggota, didampingi pengurus, membacakan enam poin Janji Setia PALAKKURI-K yang menjadi fondasi etika usaha kolektif mereka. Poin-poin tersebut meliputi:

  1. Setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.
  2. Menjaga persatuan dan militansi organisasi dan ketaatan mutlak pada Anggaran Dasar/Rumah Tangga sebagai bentuk disiplin.
  3. Kerja keras berlandaskan gotong royong.
  4. Kewajiban belajar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi efisiensi bisnis.
  5. Menjaga spiritualitas dan rasa syukur sebagai landasan etika usaha.

Proses ini menegaskan bahwa PALAKKURI-K tidak bersatu untuk hanya mengelola aset mereka, tetapi ada amanah dan kepercayaan diantaranya.

JAQUBIS: Menjawab Persoalan dengan Sistem yang Adil

Setelah mentalitas diperkuat, barulah bicara bisnis. Pelantikan ini dirangkaikan dengan penandatanganan PKS untuk JAQUBIS (Jaminan Qurban Ismail), sebuah model kemitraan penggemukan ternak berbasis kawasan terkonsolidasi dengan prinsip syariah dan transparansi.

Ini adalah implementasi pertama di Indonesia dari skema Kemitraan Asa Mulia Sejahtera (KeMAS) JAQUBIS. Skema ini dirancang spesifik untuk memutus mata rantai masalah klasik peternak: ketiadaan modal, ketidakpastian pasar, dan lemahnya posisi tawar,

Dalam PKS yang ditandatangani antara anggota peternak (Pihak I) dan Ketua Bidang Kemitraan Bisnis (Pihak II), terlihat jelas rincian teknis yang menjunjung keadilan bagi kedua belah pihak:

  1. Pola In-Situ yang Terukur: Ternak milik peternak digemukkan di kawasan terkonsolidasi selama periode penggemukan yang jelas, yakni mulai 3 Januari hingga 27 Mei 2026.
  2. Standarisasi Pakan & Perawatan: Tidak pakai istilah “asal kenyang”. Mulai 17 Februari 2026, peternak wajib memberikan pakan hijauan 10% dan konsentrat 1% dari bobot badan per hari. Sebagai imbalannya, mitra bisnis menyediakan pakan konsentrat tersebut serta memberikan bantuan perawatan tunai sebesar Rp1.000 per ekor per hari.
  3. Transparansi Bobot: Kejujuran diukur dengan angka. Penimbangan bobot badan dilakukan secara terjadwal pada hari ke-35, ke-65, dan ke-100, dengan target kenaikan bobot minimal 50 gram per ekor per hari.
  4. Bagi Hasil yang Menguntungkan: Skema keuangannya revolusioner. Peternak menerima 50% harga ternak di awal saat tanda tangan kontrak. Sisanya dibayarkan saat ternak terjual, ditambah bonus 20% dari keuntungan bersih penjualan. Bahkan, kotoran ternak pun dikelola oleh PALAKKURI, di mana peternak masih mendapatkan bonus 20% dari keuntungan penjualan pupuk kandang tersebut.

Muhammad Fikri, SE. selaku Ketua Bidang Kemitraan Bisnis PALAKKURI-K Nanggung menekankan model JAQUBIS dirancang juga guna perubahan pola pikir petani yang sekadar beternak secara sambilan namun bisa menjadikannya profesi yang berorientasi pada profit. “Kami ingin suatu model yang berkeadilan. Oleh karena itu, selain bagi hasil pokok, kami siapkan bonus 20 persen dari keuntungan bersih penjualan ternak dan pengelolaan limbah kotoran bagi mereka yang disiplin. Ini adalah stimulus agar peternak mematuhi standar ketat, seperti target kenaikan bobot harian dan jadwal penimbangan rutin,” tegas Fikri.

Transparansi data seperti penimbangan bobot pada hari ke-35, ke-65, dan ke-100 merupakan kuncinya. “Ketika data transparan dan insentif jelas, maka peternakan. akan bekerja dengan mentalitas profesional. Itu yang akan membuat bisnis ini berkelanjutan, lanjutnya.

Dukungan Penuh untuk Model Nasional

Sekretaris Desa Parakan Muncang, Muhamad Khaerudin, yang hadir mewakili pemerintah desa, menyambut antusias inisiatif ini. la menilai PALAKKURI-K dan JAQUBIS adalah bukti nyata upaya kemandirian ekonomi yang melibatkan warga desa secara langsung.

Kegiatan yang ditutup dengan diskusi terbuka dan sesi foto bersama ini diharapkan bukan sekadar seremonial belaka. Sebagai proyek percontohan (pilot project), keberhasilan JAQUBIS di Nanggung akan menjadi rujukan nasional.

Di Nanggung, revolusi peternakan itu telah dimulai. Bukan dengan teknologi canggih semata, melainkan dengan memadukan teknologi, manajemen bisnis yang adil, dan sumpah setia yang terpatri di hati para peternaknya. **

Penulis: Nadya Asima Gravita
( Akademi Komunitas Korporasi Usaha Rakyat )

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles