Nanggung | Jurnal Bogor
Ruas Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung (Jalan Ace Tabrani KM 05) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali menjadi ancaman bagi pengendara. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan kubangan diduga menjadi penyebab kecelakaan yang menimpa seorang warga pada Januari 2026 lalu.
Korban, Ubik Taufik (48) yang akrab disapa Buluk, warga Kebon Awi, mengalami luka serius setelah terjatuh dari sepeda motornya saat berusaha menghindari lubang di jalan tersebut. Ia menderita luka di kaki, tangan, pelipis mata, serta patah tulang iga.
“Iya, akibat terjatuh dari motor karena menghindari jalan berlubang. Sampai sekarang saya belum bisa berjalan karena luka parah di kaki dan tulang iga patah,” ujar Buluk, Jumat (16/1).
Insiden ini seakan mengulang tragedi serupa lima tahun silam. Pada 11 Januari 2021, seorang pengendara dilaporkan meninggal dunia di lokasi yang sama akibat menghindari lubang jalan.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung, Hamdan Yuwafi atau Bung Tole, menyayangkan kondisi jalan kabupaten yang dibiarkan rusak berlarut-larut. Menurutnya, perbaikan sebelumnya tidak bertahan lama.
“Cepat rusaknya. Diduga kualitas perencanaan dan konstruksi kurang baik, ditambah pemeliharaan yang tidak memadai,” kata Hamdan. Ia mempertanyakan efektivitas anggaran pemeliharaan jalan yang dinilai tidak berdampak jangka panjang bagi keselamatan.
Selain lubang, Hamdan juga menyoroti bahaya lain di ruas jalan tersebut. Sebelum simpangan Kebon Awi, sebuah guardrail menggelantung akibat longsornya tebing. Terdapat pula satu titik penurunan badan jalan yang nyaris amblas. “Jalannya sudah sempit, sekarang ada penurunan dan rawan amblas. Ini sangat berbahaya kalau dibiarkan,” tegasnya.
Ia mendesak Pemerintah Daerah untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, agar akses vital ini tidak terus memakan korban.
Menanggapi hal ini, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi, menyatakan bahwa ruas jalan tersebut telah masuk dalam rencana pemeliharaan tahun 2026.
“Untuk pemeliharaan tahun 2026 ini akan dilakukan setelah bahan-bahan tersedia dan musim hujan sudah reda,” ujarnya via pesan singkat WhatsApp.
Bobby mengakui tingkat kerusakan jalan saat ini telah melampaui 5 persen. Untuk jangka panjang, pihaknya berencana mengajukan peningkatan jalan dengan betonisasi pada ruas Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung hingga Curugbitung-Malasari, sebagai bagian dari program tahunan Kabupaten Bogor.
** Rahman Efendi

