25.5 C
Bogor
Monday, January 12, 2026

Buy now

spot_img

DAS Sungai di Puncak Perlu Penanganan Serius

Cisarua | Jurnal Bogor
Aktivitas pembangunan sarana tempat pariwisata di hulu yang terus dilakukan oleh para pengusaha, secara langsung akan berdampak terhadap keseimbangan alam. Begitu juga, jumlah penduduk yang terus mengalami penambahan menjadikan tempat hunian atau rumah menjadi penting untuk diperhatikan.

Di wilayah Cisarua, warga pribumi kini tidak lagi memiliki lahan yang luas. Sebagian besar sawah atau ladang yang tadinya milik warga setempat kini sudah dijual ke orang orang asal Jakarta.

Penelusuran di beberapa lokasi, khususnya di bantaran sungai-sungai yang ada di Kecamatan Cisarua, sebagian warga untuk memperluas rumahnya terpaksa menggunakan lahan garis sempadan sungai. Mereka tidak memiliki pilihan untuk membuat tempat berlindung bagi keluarganya.

“Sebetulnya takut kita memperluas atau mendirikan rumah di tepi sungai. Tetapi karena tidak ada pilihan lain akhirnya kami lakukan, ” ujar Heri, warga Cisarua.

Sementara itu, bagi warga yang rumahnya berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk, untuk memperluas bangunannya mereka memanfaatkan areal udara dengan meninggikan rumahnya.

“Anak saya sudah menikah, dan untuk rumahnya kami membuat lantai baru di atas dengan cara di dak, ” timpal Uci.

Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Desa Citeko, beberapa waktu lalu sudah mengusulkan sejumlah rumah yang rusak akibat arus air sungai Cisarua untuk direlokasi.

“Ada sejumlah rumah milik warga yang berada di tepi Sungai Cisarua harus direlokasi. Ajuan itu sudah tercatat di DPKPP, tinggal nunggu waktunya saja. Kondisi rumah tersebut kini tidak bisa ditempati, karena sebagian badannya sudah hancur akibat diterjang arus sungai, ” pungkas Kepala Desa Citeko, H. Sahrudin.

** Dadang Supriatna

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles