25.9 C
Bogor
Monday, December 1, 2025

Buy now

spot_img

Prabowo Dinilai Masih Dibayangi Legasi Jokowi, Akademisi UIKA Dorong Diferensiasi Kepemimpinan

jurnalinspirasi.co.id — Arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pandangan kritis disampaikan dalam Podcast Teras Algoritma pada 29 November 2025. Menanggapi dinamika tersebut, Akademisi UIKA Bogor sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI), Yama Sumbodo, memberikan analisis terkait tantangan pemerintahan Prabowo, khususnya soal legasi Jokowi dan diplomasi luar negeri.

Dalam podcast itu, Sri Rajasa Candra menilai langkah Prabowo masih berada dalam bayang-bayang kebijakan pemerintahan sebelumnya. “Prabowo ini masih dibebani oleh legasi Jokowi… ibarat film Jenggo,” ungkapnya. Ia menyoroti bagaimana struktur politik dan jaringan kekuasaan era Jokowi masih memengaruhi arah kebijakan pemerintah saat ini.

Merespons hal itu, Yama Sumbodo menilai bahwa pengaruh legasi Jokowi memang tidak dapat dipisahkan dari fase awal pemerintahan Prabowo. Namun, menurutnya, Prabowo memerlukan ruang untuk menghadirkan identitas kepemimpinan yang lebih tegas. “Warisan kebijakan dan struktur politik era Jokowi memang memiliki pengaruh besar terhadap ruang gerak Presiden Prabowo. Kontinuitas tetap penting sebagai modal stabilitas, tetapi Prabowo juga perlu diberi ruang untuk menunjukkan diferensiasi kebijakan dan gaya kepemimpinannya,” jelas Yama saat diwawancarai JurnalBogor, Minggu (30/11/2025).

Yama menilai publik menunggu pembaruan nyata agar pemerintahan Prabowo tidak dipersepsikan sekadar sebagai kelanjutan rezim sebelumnya, melainkan membawa arah baru yang relevan dan berorientasi solusi.

Dalam aspek diplomasi, pengamat politik Rocky Gerung memberi penilaian positif. Ia menilai Prabowo berhasil mengangkat kembali reputasi Indonesia di tingkat global. “Prabowo berhasil menyelamatkan image Indonesia… mengembalikan ingatan publik bahwa Indonesia global player,” ujar Rocky.

Yama sependapat bahwa diplomasi Prabowo menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Namun, ia menegaskan pentingnya penerjemahan capaian internasional ke dalam manfaat nyata bagi masyarakat. “Diplomasi Presiden Prabowo memang menunjukkan hasil positif. Tapi alangkah lebih baik bila capaian global ini segera dikonversi menjadi manfaat konkret di dalam negeri, baik dalam bentuk kerja sama maupun dampak ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

Yama melihat bahwa keberhasilan diplomasi dapat menjadi modal politik kuat bagi pemerintah, selama diimbangi dengan kebijakan domestik yang langsung menyentuh kebutuhan publik.

(*)

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles