28 C
Bogor
Monday, October 26, 2026

Buy now

spot_img

Pasar Raya Leuwisadeng Lama Terbengkalai, Warga Ungkap Cerita di Balik Gedung yang Sepi

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Bangunan Pasar Raya Leuwisadeng yang berada di wilayah Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor hingga kini terlihat terbengkalai dan minim aktivitas. Bangunan yang sebelumnya diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat tersebut tampak sepi setelah lama tidak digunakan.

Pantauan di lokasi, sejumlah bagian bangunan masih berdiri kokoh, namun kondisi lingkungan di sekitar pasar terlihat kurang terawat. Rerumputan tumbuh di sejumlah area, sementara pintu-pintu bangunan dalam keadaan tertutup dan tidak terlihat aktivitas perdagangan seperti pasar pada umumnya.

Pasar Raya Leuwisadeng

Salah seorang warga sekitar, Ibu Lela, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, sejak pasar dibangun, bangunan tersebut tidak pernah benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Ini sudah lama tidak terpakai dari semenjak dibangunnya pasar ini sampai sekarang. Bahkan gedung ini cuma dipakai oleh tentara selama tujuh bulan. Setelah sudah dipakai, tidak ada lagi aktivitas,” ujar Ibu Lela.

Ia menuturkan, sempat ada aktivitas ketika bangunan tersebut digunakan oleh pihak tentara. Namun, setelah penggunaan selama kurang lebih tujuh bulan berakhir, gedung kembali kosong hingga saat ini.

Di balik kondisi pasar yang sepi, terdapat pula cerita yang berkembang di kalangan warga mengenai sejarah lokasi tersebut. Ibu Lela menyebut, sebelum bangunan pasar berdiri, kawasan itu disebut pernah menjadi area pemakaman.

“Memang gedung ini sebelumnya adalah bekas kuburan,” katanya.

Cerita tersebut kemudian turut menjadi bagian dari berbagai kisah yang berkembang mengenai bangunan pasar yang kini tidak beraktivitas. Ibu Lela bahkan mengaku beberapa kali mengalami pengalaman yang menurutnya berkaitan dengan keberadaan makhluk tak kasat mata di sekitar lokasi.

“Saya sendiri sering melihat yang seperti itu,” ungkapnya.

Menurut Ibu Lela, suasana bangunan yang sudah lama kosong semakin membuat lokasi tersebut terasa berbeda, terutama ketika kondisi sekitar mulai sepi. Namun, pengalaman mengenai keberadaan makhluk tak kasat mata tersebut merupakan kesaksian pribadi dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, persoalan utama yang kini terlihat adalah belum optimalnya pemanfaatan bangunan Pasar Raya Leuwisadeng. Warga berharap ada kejelasan mengenai masa depan bangunan tersebut sehingga tidak terus dibiarkan kosong.

Masyarakat berharap Pasar Raya Leuwisadeng dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Keberadaan bangunan yang cukup besar tersebut dinilai sayang apabila terus dibiarkan tanpa aktivitas, terlebih lokasinya berada di kawasan yang dilalui masyarakat setiap hari.

(Maulida Intan Susanti/mg-uika)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles