Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Jalan lingkar Kampung Pagelaran Sukarakyat, Sindang Wangi yang merupakan akses pertanian di Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor berkonsep Dayeuh Pajajaran.
Status jalan pedesaan sepanjang 806 meter yang telah dilebarkan hingga betonisasi sejak 2021 lalu itu, kini berubah dengan penataan berdirinya gapura bambu, saung siskamling, pagar bambu serta ornamen tradisional yang menonjolkan sejarah dan tradisi khas Sunda.
”Dipilihnya lokasi pembangunan Dayeuh Pajajaran, estetikanya selaras antara kearifan lokal dengan lingkungan pertanian,” kata Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat, Jumat (9/20/2026).
Program Dayeuh Pajajaran diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu/BKK) Akselerasi Pembangunan Perdesaan.
Infrastruktur jalan di Sadengkolot yang mengintegrasikan akses mobilitas pertanian dan ekonomi warga dengan penataan lingkungan konsep Dayeuh Pajajaran untuk menjaga kearifan lokal sebagai warisan budaya Sunda.
Menurutnya, program Dayeuh Pajajaran memperkuat estetika yang dipadukan rindangnya pepohonan hingga hamparan perkebunan dan persawahan begitu kental suasana perdesaan khas Sunda.
Akses jalan yang berkonsep Dayeuh Pajajaran selain memperkuat estetika tentu jalan tersebut mempermudah mobilitas warga dalam pensdistribusian hasil pertanian.
”Tak hanya itu, jalan lingkar Pagelaran Sukarakyat- Sindang Wangi berfungsi sebagai penghubung mobilitas warga serta akses pendukung kegiatan pertanian,”pungkas Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman.
(Arip Ekon)


