28.5 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img

Pragmatisme Prestasi

Oleh: Asep Saepudin Sayyev

Jurnal Bogor – Dinamika KONI Kabupaten Bogor berakhir dengan terpilihnya Arif Rochmawan menjadi ketua umum KONI. Menariknya, Bupati Rudy Susmanto hadir pada acara pelantikan yang secara tidak langsung memberikan dukungan penuh. Namun terpilihnya ketua baru ini menyisakan tanda tanya bagaimana dengan dana Rp8,7 miliar telah digelontorkan untuk mutasi atlet di kepengurusan lama yang kini juga sebagian pengurus lama masuk lagi di kepengurusan baru, karena nyatanya banyak atlet hasil mutasi atlet itu tidak turun di Porprov Jabar 2026.

Mutasi atlet memang legal tapi akan jadi kontradiktif jika ingin melakukan pembinaan. Masalahnya, pragmatisme prestasi masih dilakukan Kabupaten Bogor terbukti dengan masih adanya mutasi atlet. Nah, mutasi atlet ini bahkan jadi ajang “usaha sampingan” pengurus KONI atau pengurus cabang olahraga karena ada transaksi jual beli atlet disitu.

Kabupaten Bogor memang kerap terjebak pada seremonial dan prestise, akhirnya jadi juara karena ‘bantuan’ atlet mutasi, lupa kalau olahraga itu butuh proses yang panjang bukan yang instant. Luas wilayah Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk yang banyak, sebenarnya tak perlu kesulitan untuk mencari atlet. Namun faktanya bicara lain. Haus juara tapi bukan hasil pembinaan.

Ada memang sejumlah cabang olahraga yang tetap konsisten melakukan pembinaan dan berkomitmen menurunkan hasil binaannya, kalah atau menang bukan masalah. Tapi terkadang cabang olahraga ini minim support anggaran, sebaliknya cabang olahraga tertentu yang ingin juara mengambil jalan pintas dengan mutasi atlet anehnya mendapat support anggarang jumbo. Ya memang secara prestasi melejit, tapi sama sekali tak ada kebanggaan karena memang bukan binaannya.

Kita berharap terpilihnya Arif dan bisa sinergi dengan Bupati tentu akan menjadi angin segar bagi dunia olahraga Kabupaten Bogor jika berorientasi pada pembinaan bukan pembelian. Geliat olahraga akan tumbuh dengan sendirinya karena ada apresiasi bagi atlet lokal Kabupaten Bogor. Namun jika mengutamakan mutasi atlet luar daerah, tak ubahnya bangga dengan milik orang lain yang pada akhirnya akan pergi.

Disini perlu pemahaman yang sama akan  pentingnya pembinaan yang barangkali menguras waktu, tenaga dan dana. Tapi hasilnya bukan pragmatisme, tapi juara sejati yang memang lahir dari proses pembinaan.

**

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles