Cisarua | Jurnal Bogor
Kondisi cuaca di wilayah Puncak, Cisarua dan sekitarnya pada Senin (4/5/2026) mengalami perubahan yang cukup cepat. Selain dilanda cuaca panas yang berlebihan, kini berubah drastis menjadi sangat dingin. Kabut tebal yang menyelimuti kaki Gunung Pangrango hingga ke wilayah dua kecamatan yakni Cisarua dan Megamendung terlihat cukup tebal. Jarak pandang di kawasan Puncak Pas hanya 5 sampai 10 meter. Hal ini cukup membahayakan bagi pengendara di sepanjang kawasan Gunung Mas.
“Cuaca kini benar benar ekstrem. Kabut tebal dengan suhu yang dingin membuat saya harus menepi ke tepi jalan. Tangan bergetar dan pandangan cukup terbatas, hanya 5 sampai 10 meter jarak pandang Senin sore. Kabut tebal yang disertai hujan sedang itu dimulai dari daerah Cipanas hingga di wilayah Cisarua. Beberapa kendaraan sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal di kawasan perkebunan teh, ” tutur Manuy, warga Tugu Selatan.
Sementara itu, untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu-lintas, mulai dari aparat polisi lalu lintas hingga ke security tempat-tempat wisata melakukan penjagaan di tepi jalan. Hal ini dilakukan untuk mengamankan kendaraan yang masuk dan keluar dari tempat wisata.
“Kabutnya cukup tebal, ini sangat berbahaya bagi lalulintas. Terlebih bagi area keluar masuk tempat wisata harus benar-benar dilakukan penjagaan. Terlebih, bagi para kendaraan sepeda motor supaya fokus disaat berkendara, ” ujar Edi Sobandi, security di kawasan Gunung Mas.
Dilain pihak beberapa Kepala Desa disaat cuaca ekstrem melanda Puncak, mereka selalu waspada. Komunikasi dengan jajaran anggota Linmasnya ditingkatkan. Ini dilakukan guna bisa bergerak cepat jika terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Dadang Supriatna


