Nanggung l Jurnal Bogor
Kondisi memprihatinkan dialami sejumlah siswa di SDN Ciketug, Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor yang terpaksa harus belajar di luar ruangan dengan beralaskan terpal. Keadaan ini setelah gedung SDN Ciketug rusak berat hingga ambruk.
Kepala Sekolah SDN Ciketug Mursid menyebutkan, siswanya terpaksa menggunakan fasilitas seadanya belajar di pelataran sekolah hingga mushala.
”Sudah 4 bulan ini, KBM di SDN Ciketug sangat darurat,” kata Mursid kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/4/2026).
Ambruknya gedung SDN Ciketug yang terjadi sejak 22 Desember 2025. Namun, hingga kini belum juga dibangun.

Pascasekolah itu ambruk, pihak sekolah menjadwalkan kegiatan belajar siswa menjadi dua sift pada pagi dan siang hari. Namun, tetap saja selama empat bulan ini datang ke sekolah pada pagi hari.
”Meski sudah diarahkan berkali-kali, tetap saja siswa datangnya pagi semua, kondisi ini keadaan sekolah menjadi sangat darurat,” jelasnya.
Infomasinya, SDN Ciketug akan dibangun pada Maret 2026, tetapi sampai saat ini setelah sekolah itu ambruk belum juga dibangun.
Namun menurut Kasi Pendidikan dan Kesehatan Ujang Maulana, proses pembangunan gedung SDN Ciketug akan dimulai pada Mei mendatang.
”Masuk pada pembangunan parsial bulan Mei 2026 nanti,” tukasnya.
** Arip Ekon


