Nanggung l Jurnal Bogor
Kelompok Usaha Pertanian (KUP) PALAKKURI (Paguyuban Alumni AKKUR Indonesia) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan pengukuhan atau inagurasi terhadap 9 anggota petani baru, Sabtu (11/4/2026).
”Meningkatknya anggota kelompok usaha pertanian kini menjadi 23 anggota petani, PALAKKURI siap mewujudkan petani berdaulat,” kata Wali Kawasan PALAKKURI Didih Radiatna kepada Jurnal Bogor.
Menurutnya, momentum inaugurasi penting guna perkuat komitmen bersama dalam melaksanakan usaha pertanian secara kolektif dan berjamaah.
“Dengan semangat kebersamaan para petani PALAKKURI siap membangun kedaulatan petani serta meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan usaha tani yang lebih terorganisir, efisien, dan berkelanjutan,” jelas Didih Radiatna.
Jadi kata dia, penambahan anggota ini, suatu keberkahan sekaligus tantangan sejalan untuk memajukan program di sektor pertanian.
“Kami semakin solid untuk bekerja secara kolektif, berbagi pengetahuan, sumber daya, dan pasar,” tandasnya.
Karena tujuannya jelas, Didih mengatakan, menjadikan petani di Nanggung tidak hanya bertahan, tetapi harus benar-benar berdaulat dan sejahtera.
Acara inaugurasi dihadiri oleh para anggota kelompok dan tokoh masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, para anggota baru mengucapkan ikrar janji setia PALAKKURI yang merupakan komitmen untuk aktif terlibat dalam seluruh program usaha kolektif, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil pertanian.
Selain inaugurasi, Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI juga menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan sertifikasi SASPRI Nasional yang akan dilaksanakan pada 22 April 2026.
Sertifikasi ini menjadi langkah strategis kelompok untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi kelembagaan.
“Sertifikasi SASPRI Nasional kami laksanakan agar kelompok semakin profesional, terstandarisasi, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Dengan sertifikasi ini, kami berharap dapat membuka akses yang lebih luas terhadap program pemerintah, pendampingan teknis, serta peluang pasar yang lebih baik,” tambah Ketua Kelompok Kemitraan Bisnis PALAKKURI Fikri Muhamad.
Tujuan utama dari sertifikasi itu sendiri adalah meningkatkan kompetensi dan kapabilitas pengelolaan kelompok usaha tani, memperkuat tata kelola kelembagaan secara transparan dan akuntabel, mendorong penerapan praktik pertanian yang lebih baik, baik dari segi teknis maupun manajerial dan memperkuat posisi kelompok dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dengan bertambahnya anggota dan persiapan sertifikasi, Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI optimistis dapat menjadi contoh kelompok tani yang sukses di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Ke depan, kelompok ini akan terus mengembangkan usaha kolektif berbasis komoditas unggulan, meningkatkan produktivitas, serta membangun jaringan kemitraan dengan berbagai pihak.
Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dinas pertanian, serta masyarakat luas untuk mendukung upaya pemberdayaan petani ini.
“Petani berdaulat adalah pondasi ketahanan pangan bangsa. Mari kita bersama-sama wujudkan pertanian yang maju dan sejahtera,” pungkas Fikri.
Dia kembali menjelaskan, Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI merupakan wadah kebersamaan petani di Kecamatan Nanggung yang fokus pada pengembangan usaha tani secara kolektif berjamaah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan berkontribusi pada ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.
** Arip Ekon


