Bogor | Jurnal Bogor
Sejumlah permasalahan yang terjadi di proyek Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor seperti di Mila Kencana, Indoor A GOR Pajajaran, hingga Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Utara, membuat Komisi IV memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut pada Selasa (7/4).
Sebelumnya, Komisi IV juga melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa proyek milik Dispora.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur mengatakan bahwa pihaknya meminta hasil audit Dispora terhadap sejumlah proyek tersebut. Di antaranya GOM Bogor Utara di Kelurahan Cimahpar.
Menurut dia, berdasarkan dokumen yang diberikan Dispora mengenai ambruknya pagar lapangan mini soccer di GOM disebabkan tidak adanya maintenance akibat tidak adanya anggaran.
“Tidak ada maintenance karena menurut Dispora, anggaran pemeliharaan selalu dicoret saat diajukan. Sehingga kerusakan kecil lama-lama berimbas makin besar,” kata Fajar kepada wartawan.
Selain itu, sambung dia, Dispora juga menunjukan surat status bencana di kawasan Cimahpar yang diterbitkan oleh Wali Kota Dedie A Rachim dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Walau demikian, kami tetap meminta agar Dispora bisa tetap mengupayakan maintenance. Sebab, ini adalah fasilitas yang digunakan masyarakat,” ungkap dia.
Legislator asal NasDem itu juga mengatakan bahwa untuk kasus Kolam Renang Mila Kencana, Dispora berjanji akan segera memasang karpet anti slip untuk mengantisipasi kecelakaan lantaran licinnya keramik.
“Mereka janji mau segera memasang karpet anti slip. Kami berharap Dispora bisa lebih peka dalam memperhatikan keamanan masyarakat,” ucap Fajar.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S Rasmana mengakui bila peristiwa ambruknya pagar lapangan mini soccer GOM lantaran tidak adanya maintenance kemudian diperparah dengan adanya bencana.
“Jadi ada dua penyebab permasalahan di GOM. Pertama, kalau kita lihat di pipa penyangga pagar itu sudah rusak, sehingga menyebabkan air masuk dan terjadi korosi,” dalihnya.
Sedangkan untuk Mila Kencana, Anas mengaku akan segera memasang karpet anti slip. Ia juga mengatakan, akan mencari sumber anggaran lain agar item tersebut segera terpasang.
“Kami akan carikan anggarannya. Untuk harga karpetnya hanya sekitar Rp6 juta saja,” tandasnya.
** Fredy Kristianto


