Ciampea | Jurnal Bogor
Ruas Jalan Abdul Fatah di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapat perbaikan dari pemerintah daerah.
Jalan yang menjadi penghubung antara Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Tenjolaya itu kondisinya berlubang hampir di sepanjang ruas. Kerusakan bahkan semakin parah saat musim hujan, ketika genangan air membuat jalan terlihat seperti dasar sungai.
Sejauh ini, penanganan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor dinilai belum maksimal. Melalui UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV Ciampea, dinas tersebut hanya memasang plang peringatan bertuliskan “Hati-Hati Kurangi Kecepatan Jalan Rusak” di beberapa titik yang kondisinya paling parah.
Warga sekitar mengaku geram karena kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan hanya ditambal sementara, namun kembali rusak setiap tahun.
“Jalan rusak dibiarkan. Kantor kecamatan bisa dibagusin, tapi jalan rusak terus. Saya harap cepat diperbaiki,” ujar seorang warga, (Er), Senin (9/3/2026).
Kekecewaan warga juga dipicu oleh pembangunan ulang Kantor Kecamatan Ciampea yang baru selesai pada akhir 2025.
Menurut warga, perbaikan infrastruktur jalan seharusnya menjadi prioritas karena digunakan masyarakat setiap hari.
Selain rusak, kondisi jalan juga dinilai berbahaya pada malam hari. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) membuat pengendara, terutama pengendara sepeda motor, kesulitan menghindari lubang di jalan.
Sebelumnya, betonisasi memang pernah dilakukan pada sebagian ruas menuju arah Desa Cinangka beberapa tahun lalu. Namun hingga kini, perbaikan belum menyentuh bagian jalan yang setiap tahun mengalami kerusakan parah.
“Di atas arah Desa Cinangka sebagian sudah dibeton beberapa tahun lalu.
Tapi sekarang belum ada lagi. Kalau malam ngeri, lampunya kurang. Sudah rusak, jalannya juga gelap,” ungkap warga.
Penulis: Leonita


