26.7 C
Bogor
Wednesday, March 4, 2026

Buy now

spot_img

Menu MBG di Nanggung Dinilai Asal-asalan

Nanggung l Jurnal Bogor
Wali murid di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali mengeluhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai asal-asalan. Kali ini keluhan datang dari Ida, salah satu wali murid di SD Yayasan Cendikia Muslim lantaran menu MBG yang diterimanya yakni buah sawo yang masih mentah.

“Buah sawo di MBG itu masih mentah, kenapa dikirim saja,” kata Ida kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/3/2026).

Ida yang merupakan wali murid TK Kupu- kupu di yayasan yang sama yakni Cendikia Muslim menyebut, sejauh ini program MBG tersebut belum ada perbaikan lebih baik.

“Tak hanya mentah terdapat di MBG itu buah sawonya ada juga yang busuk,” jelasnya.

Kondisi serupa menu MBG dikeluhkan yang diterima di sekolah MIN 1 Bogor Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Menurut Azis, salah satu tenaga pengajar di sekolah itu, durasi pengiriman makanan yang berasal dari dapur di Desa Sadeng seharusnya dilakukan pada sore hari.

“Untuk menjaga kualitas makanan agar tetap fresh seharusnya pengirimannya jangan kepagian, karena Ramadhan, MBG ini untuk berbuka puasa. Apalagi makanan yang dikirim hari ini, setahu kami gampang lembab, karena serba digoreng,” kata Azis.

Dia tak habis pikir. Seharusnya kata dia dikaji dulu, berapa lama waktu makanan itu. “Ini kan buat buka puasa, kemungkinan paket MBG dimasaknya saat sahur kemudian dikirim ke setiap sekolah itu pagi sekitar pukul 8. Ada kekhawatiran aja, jangan sampai program yang begitu mulia dengan menggunakan anggaran yang cukup fantastis menjadi sesuatu yang mubazir,” tukasnya.

“Dari menu yang diterima murid, terus kalau diitung itung paling abisnya berapa duit menu MBG itu,” paparnya.

Ketika dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala SPPG di Desa Sadeng Ikbal tak merespons.

Sebelumnya diberitakan, program MBG di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membuat wali murid kecewa. Kekecewaan wali murid yang merupakan keluarga penerima manfaat bukan tanpa alasan. Pasalnya, menu MBG yang dikirim ke SDN Parakanmuncang 02 pada Senin (2/3/2026), terdapat buah salak dengan kondisi busuk sehingga tidak bisa dikonsumsi. Arip Ekon

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles