29.3 C
Bogor
Saturday, February 28, 2026

Buy now

spot_img

MBG di Nanggung Kembali Disorot, Untuk Dua Hari Paket MBG Dinilai tak Sesuai

Nanggung l Jurnal Bogor
Program MBG di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali disorot dan mendapat keritikan pedas dari penerima manfaat. Kali ini beredar di medsos yang mengaku salah satu wali murid di SDN Pasir Peuteuy, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung.

Dalam unggahan videonya mengatakan, “Ibu ibu mamih mamih kita sental sentil nih, MBG SDN Pasir Peuteuy Desa Nanggung Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, untuk dapur MBG-nya berada Desa Parakanmuncang Kecamatan Nanggung

Dapur MBG Parakanmuncang 003. Semoga yang kerja didapur ini vidionya lewat diberanda kalian ya. Paket MBG ini buat dua harian loh, buat dua harian.

Dengan memperlihatkan menu MBG yang diterimanya pisang, kukus kentang, kue, susu milku kemasan botol, terus apalagi ini hampas kelapa atau apa? karena lagi puasa jadi belum bisa dicicipi.

MBG ini buat dua hari, coba di hitung paling berapa duit, pisang satu semua serba satu, ini teh buat dua harian.?

Kalau buat dua harian, berarti pisang susu termasuk menu lainnya dimakannya setengah atau sepotong gitu?

MBG buat dua harian, seperti susu diminumnya seharinya setengah gitu, ini makanan bergizi

Semoga video ini lewat beranda kalian yang bekerja di Dapur SPPG Parakanmuncang 003 terimakasih.”

Sebelumnya diwartakan, Setelah banyak keluhan terkait menu MBG yang disajikan di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor lantaran dinilai tak mencerminkan prinsip nilai gizi seimbang, pemerhati kebijakan publik, Fikri Muhammad meminta pihak pengelola MBG atau SPPG menggelar audensi.

Audiensi ini mendesak dan harus melibatkan ahli gizi serta para pengelola dapur MBG. Jadi harus digelar audensi segera,” kata Fikri Muhammad kepada Jurnal Bogor, Rabu (25/2/2026).

“Ayo kita cek satu per satu dapur MBG itu, apakah pengelolaannya sudah memenuhi syarat, apakah sesuai standar kesehatan kah?,” tanya Fikri lagi.

Audensi ini, menurut Fikri sebagai evaluasi perbaikan agar sajian menu MBG bagi penerima manfaat mengedapan kualitas prinsip gizi yang seimbang.

Evaluasi tentu untuk perbaikan, sebab program MBG yang dibiayai anggaran negara itu tidak gratis.

Penerima manfaat pada program MBG, itu tidak gratis, anggarannya darim negara yang bersumber dari uang pajak rakyat.

“Untuk itu, kami sebagai masyarakat berhak mengkritik salah satu program MBG di Kecamatan Nanggung yang terkesan asal-asalan itu,” tandasnya.

Apalagi sebagai orang tua murid di sekolah, menjadi bagian dari penerima manfaat program MBG,

“Jadi, kami tau kualitas menu MBG yang diterima di sekolah.”

Untuk itu, ketika program MBG tidak adanya perbaikan terutama tidak mengedepankan pada kualitas menu MBG, dipastikan kami harus turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa,” tegasya.

** Arip Ekon

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles