27.4 C
Bogor
Friday, February 20, 2026

Buy now

spot_img

Mentan Amran Perkuat Peran Pemuda Masjid dalam Ketahanan Pangan

Jakarta – Menteri Pertanian menggelar audiensi bersama tujuh organisasi mahasiswa dan kepemudaan, salah satunya Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dalam rangka memperkuat kolaborasi percepatan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung gerakan pemuda masjid melalui bantuan benih unggul dan alat mesin pertanian (alsintan).

Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok, menyampaikan apresiasi atas capaian Kementerian Pertanian dalam mempercepat roadmap swasembada pangan nasional. Menurutnya, percepatan target dari empat tahun menjadi dua tahun, bahkan satu tahun, merupakan langkah luar biasa yang telah dibuktikan dengan capaian swasembada di beberapa komoditas per Januari 2026.

“Alhamdulillah, syukur kepada Allah pagi ini kami bisa beraudiensi bersama Bapak Menteri dan Bapak Wamen Pertanian. Kami mendapat gambaran yang sangat luar biasa dari roadmap swasembada pangan. Dari empat tahun menjadi dua tahun, menjadi satu tahun. Per Januari 2026 sudah swasembada di beberapa komoditas,” ujar Nanang di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

BKPRMI menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam gerakan ketahanan pangan dengan menggerakkan pemuda remaja masjid agar terjun langsung ke sektor pertanian dan peternakan. Salah satu potensi yang disampaikan adalah pemanfaatan lahan wakaf seluas 100 hektare di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dinilai cocok untuk budidaya jagung.

Menanggapi rencana pemanfaatan lahan wakaf seluas 100 hektare di NTB, Mentan Amran, mengarahkan agar lahan tersebut ditanami jagung unggulan dengan dukungan penuh dari pemerintah.

“Tanam jagung saja. Benihnya kami siapkan, hasilnya nanti diserap BULOG. Lahan 100 hektare itu juga kita bantu hand tractor,” tegasnya.

Selain NTB, pengembangan jagung unggulan juga diarahkan di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Banten sebagai bagian dari penguatan produksi nasional berbasis komunitas. Dukungan pembelian hasil oleh BULOG menjadi jaminan pasar bagi petani muda masjid, sehingga produksi memiliki kepastian serapan.

BKPRMI juga menyampaikan komitmennya dalam Gerakan Bangun Ekonomi Masjid, dengan menjadikan pilar ketahanan pangan sebagai prioritas. Kolaborasi ini diharapkan menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis produksi.

Sinergi ini menjadi langkah konkret memperluas partisipasi generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta membangun kemandirian produksi dari tingkat komunitas.(Restu/BBPMKP)

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles