26.6 C
Bogor
Thursday, February 19, 2026

Buy now

spot_img

Tugu Selatan Terus Diterjang Banjir Bandang

Cisaru | Jurnal Bogor
Tembok penahan selokan di Kampung Bina Taruna RT 01/RW 02, Dusun 2, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor jebol akibat hujan deras, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan banjir yang merusak tiga rumah warga dan berdampak pada sembilan kepala keluarga (KK).

Air meluap secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 30 menit. Derasnya aliran air tak mampu ditampung saluran drainase hingga akhirnya tembok penahan selokan ambruk dan memicu banjir.

Sekretaris Desa Tugu Selatan, Yadi Mulyadi, yang berada di lokasi kejadian mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan warga terdampak sesuai arahan kepala desa.

“Saat ini sedang kita verifikasi jumlah KK yang terdampak sesuai arahan dari kepala desa. Untuk sementara ada 9 KK terdampak, 3 rumah rusak berat, dan 1 kendaraan bermotor tertimbun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 Kampung Bina Taruna, Yandi Suwardi, menyebutkan kejadian tersebut bukan yang pertama kali terjadi di wilayahnya. Ia menegaskan, derasnya air dari arah saluran yang terhubung ke kawasan Rest Area Gunung Mas menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi.

“Ini sudah yang kesekian kalinya kejadian. Saya tidak mau menyalahkan sumber air datangnya dari mana, memang selokan ini dari arah Rest Area Gunung Mas. Saya sudah buat tiga sodetan, tetap saja belum bisa menampung derasnya air,” katanya.

Menurutnya, hujan deras yang turun sekitar pukul 15.30 WIB membuat air meluap dengan cepat.

“Tiba-tiba terdengar suara gebrak, tembok hancur dan air langsung meluap. Tiga rumah rusak berat, satu motor tertimbun reruntuhan dan belum bisa diangkat. Langkah selanjutnya saya akan berkoordinasi dengan Pemdes Tugu Selatan,” imbuhnya.

Salah satu warga, Aef Saepudin, mengaku sempat curiga saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Ia pun berinisiatif mengecek pintu air di depan rumahnya.

“Tadi saya lagi di depan, terus hujan deras saya pulang ke rumah. Saya sudah agak curiga kalau hujan deras begini takut banjir. Pas saya buka pintu air, air sudah meluap. Setelah itu terdengar gebrak di depan saya, tembok jebol. Saya langsung lari untuk evakuasi warga,” tuturnya.

Sementara itu, memasuki hari pertama bulan puasa rasa was-was kembali menghantui warga disana. Selama 24 jam hujan terus turun dengan jeda berhenti 5 sampai 10 menit.

** Dadang Supriatna

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles