Cisarua | Jurnal Bogor
Curah hujan di kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor dimana kawasan itu merupakan kawasan hulu Sungai Ciliwung dan beberapa sungai lainnya kondisi aliran airnya kini terus semakin besar.
Yang terpantau selama tiga hari ini hujan turun dengan intensitas tinggi. Komunitas masyarakat yang peduli terhadap kondisi sungai Ciliwung tidak henti-hentinya memberikan informasi kepada warga atau rekannya yang berada di hulu sungai. Hal ini diperlukan ketika musim hujan agar jangan sampai ada korban akibat derasnya air yang mengalir di sungai tersebut.
“Kita memiliki saudara dan teman yang berada di wilayah hilir sungai. Untuk ini kita tetap selalu mengingatkan dengan memberi informasi kondisi aliran sungai-sungai yang ada di wilayah hulu. Seperti untuk saat ini, kondisi cuaca di wilayah Puncak sudah tiga hari ini hujan turun terus menerus baik siang maupun malam. Dengan kondisi seperti ini, potensi kiriman banjir dari wilayah hulu sangat tinggi, ” tutur Budiono.
Sementara itu, pantauan sungai Ciliwung di bendungan Katulampa, hingga Kamis (29/1/2026) siang masih terpantau status siaga 3 dengan volume air berada di level 70 centimeter. Level ini merupakan status waspada terhadap kondisi aktivitas sungai Ciliwung.
Selain itu, dampak masih buruknya cuaca di wilayah Cisarua Puncak, menyebabkan aktivitas masyarakatnya kini cukup terganggu. Khususnya bagi kaum ibu rumah tangga. Mereka kini tengah berjuang untuk mengeringkan pakaian. Terlebih, bagi ibu ibu yang sedang punya anak kecil pakaian atau popok yang kering benar-benar menjadi kebutuhan utama.
“Sudah satu minggu ini tidak ada matahari, kalaupun hujannya reda disini ditutupi kabut hingga kami tidak bisa menjemur pakaian. Alternatif untuk mendapatkan suhu panas untuk mengeringkan pakaian, kami membuat penyinaran dengan bohlam yang bening, ” tutur Bedah, salah seorang ibu rumah tangga.
** Dadang Supriatna

