Nanggung | Jurnal Bogor – Pemerintah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) akhir tahun 2025 hingga awal 2026 terhadap program pembangunan infrastruktur desa yang bersumber dari Dana Desa (DD), Bantuan Provinsi (Banprov), serta Bantuan Keuangan (Bankeu) APBD.
Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Nanggung, Ridwan, menjelaskan bahwa kegiatan monev tersebut bertujuan memastikan kesesuaian perencanaan sekaligus memastikan anggaran yang diterima desa telah direalisasikan sesuai peruntukannya.
“Fokus monev ini selain kesesuaian program, juga memastikan bahwa anggaran yang diterima desa benar-benar sudah dibangunkan,” ujar Ridwan kepada Jurnal Bogor, Rabu (28/01/26).
Ridwan menegaskan, tertib administrasi menjadi bagian penting yang harus dijalankan oleh pemerintah desa sebagai pengguna anggaran. Oleh karena itu, monev tidak hanya melihat fisik pembangunan, tetapi juga kelengkapan administrasi pelaksanaan kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, monev melibatkan pendamping desa serta unsur Babinsa dengan melakukan visitasi lapangan dan pengukuran fisik pembangunan secara transparan.
“Pengalokasian anggaran harus sesuai kebutuhan agar program pembangunan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pangkaljaya, Taupik Sumarna, memaparkan sejumlah pembangunan yang telah direalisasikan sepanjang tahun 2025. Di antaranya pembangunan lapangan desa dengan ukuran awal 60 x 45 meter, yang saat ini progres pengerjaannya telah mencapai sekitar 20 x 41 meter.
Selain itu, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di lingkungan RW 03, pembangunan jalan lingkungan hotmix di RW 13 dan RW 11, serta betonisasi jalan lingkungan di RW 10 dan RW 05 juga telah direalisasikan.
“Untuk progres lanjutan, pembangunan lapangan dan peningkatan jalan desa akan menjadi prioritas pada tahun 2026,” pungkas Taupik. Arip Ekon

