Nanggung l Jurnal Bogor
Keberadaan Situs Prasasti Jambu peninggalan purbakala sejarah Raja Purnawarman di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor masih terjaga dan tertata rapi.
Batu andesit besar berusia lebih dari 1.500 tahun silam seolah menyimpan energi masa lalu yang masih terasa hingga kini. Terletak di ketinggian 485 mdpl, prasasti ini menjadi bukti kuat kejayaan Kerajaan Tarumanagara.
Juru Kunci Situs Prasasti Jambu Yatno mengatakan, situs ini pertama kali ditemukan oleh warga negara Belanda pada tahun 1854.
“Jonathan Rigg pada tahun 1854 dulu disini kebun jambu sampai ke Sadeng sana sejarahnya begitu prasasti Jambu Koliangkak,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, meskipun tidak mendapatkan perhatian secara menyeluruh, akan tetapi dengan adanya juru kunci mendapatkan honor setidaknya perawatan situs bisa lebih optimal.
“Alhamdulillah diperhatikan, disini cuma inisiatif beli-beli bahan seperti sapu, pengki, kita sendiri disini, tapi terkait perhatian khusus jarang,” jelasnya.
Ia mengatakan, bahwa saat ini dirinya telah dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk mengurus situs tersebut.
“Alhamdulillah digaji 1 juta per bulan baru honor maksudnya, sudah masuk PPPK,” katanya.
Ia juga menuturkan bahwa cagar budaya tersebut sudah dipelihara oleh dua generasi.
“Baru kedua ini, kayaknya generasi kedua, sebenernya kan sekarang gak ada pensiun-pensiun sekarang gak ada PNS, PPPK semua,” bebernya.
Selain menjadi tempat destinasi wisata sejarah, situs peninghalan Raja Purawarman ini kerap dijadikan tempat pembelajaraan oleh siswa dan mahasiswa.
“Alhamdulillah rame belajar, piknik aja kayak begitu kebanyakan disini belajar, kebanyakan anak sekolah disini,” pungkasnya.
** Arip Ekon

