Megamendung | Jurnal Bogor
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026), membuat trantib dan linmas di masing masing desa di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor bekerja keras hingga 24 jam.
Titi titik longsoran kali ini untuk wilayah Kecamatan Megamendung terjadi hampir di semua ruas jalan desa dan jalan milik Kabupaten Bogor.
Kasi Trantib Kecamtan Megamendung Momo menjelaskan, selama satu pekan wilayahnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Untuk pemukiman warga tergolong aman dari bencana banjir dan longsor. Tetapi, dua hari ydng lalu longsoran terjadi di tebing tebing khususnya di tepian jalan.
“Longsor terakhir yang terjadi yaitu di jalan alternatif Cikopo Selatan. Tepatnya di depan Kantor Desa Gadog, ” ujarnya.
Akibat longsoran dari tebing setinggi lima meter itu, ditambahkan Momo, badan jalan tertutup hingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan. “
Longsoran yang terjadi di depan Kantor Desa Gadog yang terjadi Sabtu malam Minggu itu materialnya menutupi badan jalan Cikopo Selatan. Supaya jalan bisa cepat dilalui kembali, dikerahkan semua anggota trantib yang ada di Kecamatan Megamendung.
“Dengan dibantu linmas Desa Gadog, BPBD dan para petugas dari UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciawi, hampir satu hari material longsoran bisa dibersihkan, hingga lalulintas bisa
kembali normal, ” imbuhnya.
Sementara itu, diungkapkan salah satu anggota Trantib Megamendung Bayu, dalam kurun waktu satu minggu ini mereka benar-benar selalu berada di titik bencana. Mulai penanganan di wilayah Paseban, Cipayung dan Pasirangin.
“Longsor yang terjadi mendominasi di pinggiran jalan. Karena akses jalan sangat penting bagi mobilisasi warga, kita dan teman-teman sesuai perintah pimpinan, titik demi titik material yang menimbun badan jalan bisa terselesaikan. Memang lelah, tetapi bisa terobati melihat warga bisa normal kembali berlalulintas, ” pungkasnya.
** Dadang Supriatna

