Cibinong | Jurnal Bogor
Penilaian terhadap kepuasan kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dari DPRD Kabupaten Bogor bertolak belakang terhadap Posko Perjuangan Rakyat (Pospera).
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor apresiasi capaian kinerja eksekutif jelang satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Rudy Susmanto-Jaro Ade.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengatakan, bahwa kebijakan dan kinerja Rudy Susmanto-Jaro Ade tak hanya menyentuh ibu kota Kabupaten Bogor, Cibinong.
“Pembangunan bukan hanya dilakukan di Cibinong saja, tetapi juga ke 39 kecamatan lainnya. Sejauh ini, Pak Rudy dan Pak Jaro Ade juga bisa mengatasi semua permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat Bumi Tegar Beriman,” ujar Sastra kepada Wartawan, Rabu (21/1).
Anggota DPRD yang telah menjabat dua periode itu menambahkan, bahwa legislatif menilai kinerja eksekutif selama kurang lebih setahun ini nyaris disangka sempurna.
“Bupati-Wabup Bogor saat ini gercep (gerak cepat). Saya cukup puas akan kinerja mereka dan memberi nilai 90 dari total nilai 100 atas kepemimpinannya,” kata Sastra.
Ia mengungkapkan, bahwa pencapaian dari program-program kerja Rudy Susmanto-Jaro Ade pun terlaksana pada akhir 2025 kemarin, tak terlepas dari semangat dan etos kerja mereka dalam membangun Kabupaten Bogor yang diibaratkan raksasa yang sedang tertidur tersebut.
“Jam kerja Bupati-Wabup Bogor luar biasa, setelah jam kerja yaitu pagi hingga sore, malamnya mereka pun melanjutkan dengan rapat rencana dan evaluasi kerja. Waktu kerja yang luar biasa itu, mungkin karena Kabupaten Bogor terlalu lama tertinggal dari kabupaten dan kota lainnya,” ungkapnya,
Lebih lanjut politisi Partai Gerindra itu juga memuji pasangan pemimpin Kabupaten Bogor tersebut, karena berkordinasi dengan para kepala desa (Kades) untuk menjadi mata dan telinga Bupati-Wabup Bogor.
“Kabupaten Bogor ini sangat luas dan Bupati-Wabup Bogor butuh Kades untuk menjadi mata dan telinganya, kami pun menyepakati memperbesar bantuan keuangan desa karena membangun Kabupaten Bogor itu dilakukan dari desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Korwil Pospera Dapil IV, Ali Taufan Vinaya (ATV) menegaskan, pihaknya tak sepemahaman dengan legislatif Pemkab Bogor terkait kinerja masa kepemimpinan Rudy Susmanto dan Jaro Ade, yang hampir genap setahun.“Pembangunan belum merata, masih terkesan banyak di Cibinong. Salah satu contoh
Jalan Raya Cikampak-Gunung Bunder yang sampai saat ini belum terselesaikan. Jalan tersebut akses jalan menuju sejumlah tempat wisata di Pamijahan,” tegas ATV.
ATV mengatakan, pihaknya tak memungkiri adanya media sosial (Mesos) yang menjadi jembatan atas gercepnya respon pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat.
“Gercep belum tentu menjawab keluhan masyarakat itu secara konkret. Seperti hal nya persoalan penutupan tambang di Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang, meskipun kewenangan operasional itu ada di Pemprov Jabar tetapi yang terdampak langsung itu jelas masyarakat Kabupaten Bogor,” kata ATV.
Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya memberikan penilaian yang cukup rendah terhadap sejumlah fenomena yang telah terjadi jelang satu tahun kepemimpinan Rudy dan Jaro Ade.
“Negara harus hadir di dalam persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh rakyatnya. Berdasarkan penilaian kami dalam kurang dari setahun ini ada pada angka 30 dari 100 pion,” tandasnya.
** Noverando H


