Cisarua | Jurnal Bogor
Pascapembongkaran pedagang kaki lima (PKL) di pintu masuk Pasar Cisarua beberapa waktu lalu masih menyisakan pekerjaan yang perlu dituntaskan. Penataan di area bekas pedagang PKL salurannya kini dikotori oleh sampah yang dibuang secara sembarangan.
Pantauan di lapangan, tumpukan sampah di saluran tersebut seolah dibuang secara sengaja hingga saluran yang seharusnya normal kini menjadi terhambat. Hal ini mengakibatkan akan adanya ancaman banjir di kawasan tersebut.
Selain itu, di lokasi pascapembongkaran kini malah berubah menjadi tempat parkir liar. Puluhan kendaraan roda dua dan empat berjejer di sepanjang jalan itu mengakibatkan badan jalan menjadi sempit. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, yang menugaskan petugas di kawasan itu seolah-olah tutup mata.
“Bisa dilihat langsung, badan jalan menuju ke pasar dijadikan parkir liar oleh oknum. Seharusnya parkir kendaraan yang belanja ke deretan ruko di sana tidak di atas badan jalan, karena menggangu kelancaran lalu lintas, ” ujar Sopian, warga setempat.
Sementara itu dikatakan warga lainnya, kondisi badan jalan menuju pasar yang dijadikan parkir liar tersebut sudah terjadi sejak lama. Warga merasa adanya pembiaran yang dilakukan oleh petugas Dishub.
“Keadaan parkir liar yang menggunakan badan jalan arah ke pasar bukan hal yang baru. Itu sudah terjadi sejak lama. Instansi yang terkait seolah olah membiarkannya. Buktinya hingga saat ini parkir liar itu masih tetap berjalan,” pungkas Subagio.
** Dadang Supriatna

