31.3 C
Bogor
Monday, January 12, 2026

Buy now

spot_img

Dewan Nilai Ada Kelalaian Fatal

Cibinong | Jurnal Bogor
Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Yaudin Sogir menanggapi keras kelemahan pengelola keuangan Pemkab Bogor sehingga berakibat gagal bayar kegiatan kepada para penyedia jasa di 31 Desember 2025 pukul 23.59 WIB. Sogir menduga ada kesalahan manajerial keuangan di Pemkab Bogor.
“Ada kesalahan manajerial di keuangan Pemkab Bogor. Belanja daerah gegabah, Bappedalitbang serampangan dalam perencanaan. Ada ketidakmatangan dalam manajerial keuangan dan perencanaan,” ujar pria yang akrab disapa Sogir kepada Jurnal Bogor, Ahad (4/1/2026).
Sogir menambahkan bahwa di 2026 Bappedalitbang yang kini berganti nama menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapedarida) dilarang copypaste dari perencanaan sebelumnya. Harus benar-benar matang antara ketersediaan anggaran, potensi pendapatan dan rencana kegiatan di 2026.
“Baperida dilarang copypaste perencanaan, termasuk di dinas teknis seperti DPUPR. Ini kan kebiasaan lama, selalu copypaste perencanaan, tidak menyesuaikan antara ketersediaan anggaran, potensi pendapatan dan rencana kegiatan di 2026. Stop main-mainlah di Bogor ini, keramat!” tegas Sogir.
Sogir menjelaskan kondisi keuangan di 31 Desember 2025 sesuai hasil rapat pada Jumat (2/1/2026) di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, terdapat 3.000 berkas pengajuan yang harus dibayarkan pada 31 Desember 2025 paling akhir pukul 23.59 WIB. Namun faktanya hanya sebagian kecil yang diproses dan dibayarkan karena memang tidak tersedia anggaran.
“Memang kita rapat dengan jajaran eksekutif di Dewan di hari Jumat (2/1/2026). Mereka bilang ada kesalahan sistem transfer dari pusat ke daerah. Ada juga yang bilang ada human error. Informasi sebenarnya ya kami hanya disajika ada kesalahan sistem transfer dari pusat ke daerah. Dari 3.000 berkas hanya sebagian kecilnya yang diproses akhirnya ya gagal bayar,” tegas politikus PKB dapil 1 ini.
Di sisi lain, Sogir menegaskan bahwa Pemkab Bogor harus secara ksatria dan gagah berani menyampaikan ada kesalahan manajemen keuangan. “Harusnya ksatria, gagah berani sampaikan apa adanya, jangan sembunyikan kesalahan. Kalau memang salah ya salah. Inikan seperti ada yang ditutupi sehingga ada peristiwa gagal bayar,” tegas kyai asal NU.
Sogir mengingatkan bahwa Bupati Bogor Rudy Susmanto harus mengukur diri dengan kamampuan anggaran yang ada. Kabupaten Bogor ini sangat luas dan kompleks permasalahannya, tidak bisa dikerjakan dalam satu malam. Apalagi, lanjut Sogir, pembangunan digenjot dengan hawanafsu yang membabibuta.
“Bupati Bogor Rudy Susmanto harusnya dapat mengukur diri. Jangan pakai hawanafsu. Harus terukur. Kabupaten Bogor ini sangat luas dan tidak bisa pembangunan dilakukan dalam satu malam seperti Sangkuriang. Mengelola anggaran negara ini tidak bisa dengan nafsu, harus dengan perencanaan yang matang dan terkelola dengan baik dan terbuka termasuk ke semua anggota DPRD,” tandas Sogir yang mengaku diperintahkan Ketua DPC PKB Kabupaten Bogor Edwin Sumarga untuk menjelaskan kondisi gagal bayar Pemkab Bogor di 31 Desember 2025.
Sogir mengakui bahwa pembangunan di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto memang sangat luarbiasa terlihat perbedaannya. Di wilayah Dapil 1 saja, ada banyak sekali penataan dan pembangunan sehingga membuat Cibinong dan sekitarnya mampu mengalahkan gemerlap kota-kota tetangganya.
“Bupati Rudy harus diakui telah sangat berhasil memoles Kabupaten Bogor, khususnya sementara ini di Cibinong dan sekitarnya. Sangat gemerlap, indah dan mewah bahkan kemilaunya mampu meredupkan kemilau kota-kota tetangga Cibinong. Itu harus kita akui bersama bahwa beliau layak disebut Bapak Pembangunan Kabupaten Bogor,” kata Sogir.n Herry Setiawan

Related Articles

Stay Connected

20,832FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles