Cibinong | Jurnal Bogor
Penundaan pembayaran dari kas daerah pada awal tahun anggaran 2026 ini, Bank bjb Kantor Cabang Cibinong menyatakan komitmennya untuk mendampingi para debitur, khususnya para kontraktor penyedia jasa pemerintah yang terdampak.
Kepala Kantor Bank BJB Cabang Cibinong, Budi Jamaludin, menjelaskan bahwa pihaknya memahami situasi adanya penyesuaian administrasi dan jadwal pembayaran sejumlah proyek daerah pada tahun anggaran 2025. Hal ini diakui berdampak pada arus kas (cash flow) sebagian kontraktor yang menerima pembiayaan dari bank bjb.
“Bank bjb memahami adanya penyesuaian administrasi dan jadwal pembayaran sejumlah proyek daerah pada tahun anggaran 2025 yang berdampak pada arus kas sebagian kontraktor penerima pembiayaan,” ujar Budi Jamaludin kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi, Minggu (11/1).

Sebagai langkah antisipasi, Budi menegaskan bahwa bank bjb tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Saat ini, pihak bank tengah melakukan penelaahan mendalam terhadap progres pekerjaan proyek sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, bank bjb juga membuka pintu komunikasi seluas-luasnya bagi para debitur untuk merumuskan solusi keuangan yang tepat.
“Kami membuka ruang komunikasi dengan debitur yang terdampak guna membahas dan merumuskan solusi terbaik, sehingga keberlangsungan usaha seluruh pihak yang terkait dapat tetap terjaga,” tambahnya.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa kewajiban debitur tetap berjalan beriringan dengan kemampuan finansial mereka, sekaligus menjaga stabilitas ekosistem pembangunan di daerah. Para debitur diharapkan dapat segera berkoordinasi dengan pihak bank untuk membahas langkah-langkah strategis yang diperlukan demi menjaga keberlangsungan usaha dan kepentingan bersama.n Herry Setiawan

