Jurnal Bogor – Berawal dari kandang sederhana di Kampung Cimenteng RT 03/02, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Yudi (38) perlahan membangun mimpi sebagai peternak kambing mandiri. Usaha yang diberi nama Azkya Farm itu dirintis sejak 2019 dan kini berkembang menjadi salah satu peternakan kambing yang diperhitungkan di wilayah Bogor.
Setiap hari, Yudi menghabiskan waktunya merawat puluhan kambing potong dan perah yang menjadi tulang punggung usahanya. Ketekunan dan konsistensi membuahkan hasil. Saat ini, Azkya Farm memiliki sekitar 70 ekor kambing, yang siap dipasarkan untuk berbagai kebutuhan, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.
Momentum qurban menjadi masa tersibuk bagi Yudi. Permintaan kambing meningkat tajam, tidak hanya dari warga sekitar, tetapi juga datang dari luar daerah.
“Alhamdulillah, pembeli datang dari Bogor, Jakarta, sampai Bekasi,” kata Yudi saat ditemui di kandangnya, Sabtu (3/01/25)
Harga kambing qurban di Azkya Farm dipatok bervariasi, menyesuaikan ukuran dan bobot ternak. “Kisaran harga mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta per ekor,” ujarnya. Menurut Yudi, kepercayaan pelanggan menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Selain kualitas ternak, Yudi juga memperhatikan kebersihan kandang dan kesehatan hewan. Baginya, beternak bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menjaga amanah konsumen yang mempercayakan kebutuhan qurban kepada Azkya Farm.
Dengan semangat kemandirian dan kerja keras, Yudi berharap Azkya Farm terus berkembang dan mampu membuka peluang usaha serta lapangan kerja bagi warga sekitar. Dari Cijeruk, langkah kecil itu kini mulai menembus pasar perkotaan, membuktikan bahwa usaha lokal pun mampu bersaing dan berkelanjutan. Yudi

